Oknum Pengawas Alat Berat Dinas PU Mesuji Diduga Aniaya Wartawan Media Intailampung

0
1234

Mesuji, Lampungsai.com – M. Ghali Khadapi wartawan media online Intailampung.com bertugas di Kabupaten Mesuji, diduga mendapat tindak kekerasan atau penganiayaan oleh oknum pengawas alat berat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mesuji, Lukman. kejadian di lokasi bendungan Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang. Jumat, 25 Juni 2021. Sampai berita ini di terbitkan, Lukman oknum yang diduga menganiaya M.Ghali Khadapi, belum dapat di temui untuk di konfirmasikan.

Usai menjalani perawatan medis, M.Ghali Khadapi menceritakan, kejadian bermula saat dirinya mempertanyakan alat berat jenis eksapator yang rencananya akan disewa oleh rekannya, kepada Lukman melalui sambungan telephone.

Akan tetapi, Lukman tidak memberikan alasan jelas, justru Lukman dengan nada lantang menjawab alat berat tidak bisa dipakai, meskipun sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas terkait dan telah mendapat restu.

M.Ghali Khadafi menanyakan kepada Lukman alasan tidak bisanya dipakai sewa alat berat tersebut. Lukman menjawab tetap tidak bisa, karena Lukman ingin memberikan pelajaran kepada pihak Dinas PU agar jera, lantaran alat berat tersebut masih dipakai oleh Lukman. Lantas, Lukman mengundang M.Ghali Khadafi menemuinya.

“Saya menghubungi Lukman menanyakan alat berat dan meminta alasan kenapa di tahan untuk disewa. Lukman menjawab tidak bisa, saya mau buat orang dinas jera karna alat ini masih saya pakai tidak bisa di sewakan kalo kamu mau jelas kesini saja kamu temui saya,”kata khadapi menirukan ucapan Lukman dalam telephone.

Masih menurut Khadapi,  saat dirinya datang menemui Lukman untuk memperjelas. Lukman sudah memegang kayu panjang dan seketika itu Lukman mengeluarkan kata-kata kasar dan langsung memukul dengan kayu yang dipegang Lukman.

“Saat bertemu di lokasi, Lukman langsung mengeluarkan kata kasar dan memukul saya dengan kayu panjang yang dipegangnya,”ungkapnya.

Terpisah, saat di konfirmasikan via telephone, Lukman menjelaskan bahwa, kejadian itu hanya salah paham dan pihaknya menganggap sudah selesai. Jika Khadapi mau melapor ke kepolisian silahkan.

“Kejadian antara saya dengan Khadapi itu hanya salah paham dan sudah selesai persoalan. Jika dia (Khadapi) mau lapor, silahkan laporan saja, karena dia punya hak untuk itu,”ungkap Lukman mengakhiri sambungan telephone. (Baginda)

LEAVE A REPLY