Oknum Colector Leasing MF, Lelang Motor Konsumen Dalih Titipan Sementara

0
152

Tanggamus, Lampungsai.com – Telat pembayaran kredit (Angsuran) roda dua selama 7 bulan, Debt Collector Mega Finance (MF) Cabang Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, tarik paksa unit motor milik TN (Konsumen) dengan dalih penitipan sementara dan peringatan, melelang motor tersebut. Sabtu, 19 Oktober 2019.

TN menyampaikan keluhannya kepada pihak LSM GMBI Distrik Tanggamus, atas tindakan oknum debt collector inisial TS.

“Kejadian bermula saat saya di tagih angsuran selama 4 bulan dan saya sudah mau membayar. Akan tetapi, debt collector (TS) memaksa agar membayar selama 5 bulan, sementara bulan ke 5 belum jatuh tempo,”ungkap TN.

Masih kata TN, “Jatuh tempo pembayaran itu tanggal 13, waktu penagihan masih tanggal 25 Mei 2019 sedangkan jatuh tempo itu tanggal 13 itu di bulan depannya,” ujarnya.

Ketua GMBI Distrik Tanggamus, Amroni menyampaikan, menurut pengakuan TN, pada waktu itu diringa bersama istri, ingin membayar angsuran ke 4 bulan, namun debt collector  yang bersangkutan tidak mau menerimanya dengan alasan harus membayar hingga angsuran bulan ke 5 yang belum jatuh tempo.

Hal ini sudah diupayakan komunikasikan kepada pihak Mega Finance, pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (19/10). Pihak Leasing memberikan informasi, akan segera ditindak lanjuti oleh kantor pusat mandala.

“Cukup disayangkan tindakan pihak leasing yang seolah tidak menghargai bentuk kerjasama jual beli kredit. Parahnya, pihak Leasing melelang unit konsumen tanpa alasan jelas dan ini bentuk perampasan hak dan bentuk pelanggaran UU perlindungan konsumen,”tegasnya.

Amroni melanjutkan, bukti-bukti sudah di sampaikan TN, selain faktur bukti angsuran. Saat penarikan pihak Leasing tidak memberikan dan dokumen penitipan unit motor atau penarikan motor sementara.

.Pada saat meminta kejelasan terkait penarikan motor TN, leasing mandala finance tidak bisa memberikan bukti penarikan.

“Sebagai lembaga atas nama swadaya masyarakat, LSM GMBI akan upaya membantu TN mendapat keadilan dan penjelasan pasti atas hal ini. Berharap pihak debt collektor tersebut dapat di beri sanksi, selanjutnya kami akan lanjut ke ranah hukum atas pelanggaran hak konsumen dengan bentuk menghilangkan barang kontrak dengan dalih penitipan,”tegasnya.(Tim)

LEAVE A REPLY