Pihak DPRD Kota Metro Tolak Usulan Eksekutif Perluas Areal TPAS Karangrejo

0
22

Kota Metro, Lampungsai.com – DPRD Kota Metro menolak usulan Pemkot untuk memperluas Tempat Pembuangan Sampah Akhir di kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara tahun 2021 mendatang.

Penolakan tersebut disampaikan Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Metro usai rapat Paripurna pandangan fraksi atas penyampaian LKPJ Walikota Metro tahun 2019 di ruang sidang DPRD Kota setempat. Rabu, 08 April 2020.

“Mengenai perluasan TPAS Karang Rejo, PDI-Perjuangan menolak perluasan TPAS yang perlu itu manajemen pengelolaan dengan teknologi, bukan perlusan TPAS,” Terang Anna Morinda menanggapi pernyataan Walikota Metro dalam rapat Paripurna yang memanfaatkan video teleconference.

Pihaknya lebih menekankan sikap pemerintah untuk serius mengelola TPAS dengan teknologi, bukan

Menurut Anna jika ada perluasan lahan sampah akan  berdampak pada rusaknya ekosistem dan lingkungan.

“Kita mendukung manajemen sampah dengan teknologi, karena mau diperluas seperti apapun jika sampah tidak dimanajeman dengan teknologi, ya selamanya tidak akan beres. Ini bukan masalah sofel atau eksvator, tapi itu soal sikap,” tegas Anna.

Sebelumnya juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan Ria Hartini menyoroti kinerja pemerintah dalam pengelolaan sampah. Sebab, beberpa pekan terakhir timbul gejolak sosial dimasyarakat atas menumpuknya sampah hingga berdampak ke pemukiman warga seputar TPAS Karangrejo.

“Masalah lingkungan hidup dan bagian kebersihan berkaitan dengan pengelolaan sampah yang ada di TPAS Karangrejo, Metro Utara, kami mohon untuk dikelola dengan baik karena pada akhir-akhir ini banyak keluhan masyarakat disekitarnya dengan sampah yang menggunung yang tidak diatasi dengan baik,” ucap Ria saat menyampaikan pandangan fraksi dalam rapat Paripurna di gedung DPRD.

Saat dikonfirmasi, petugas TPAS setempat kerap beralasan alat berat yang menjadi musabab sampah menumpuk hingga ke tepian jalan.

“Alasan klasik yang selalu timbul, karena alat berat yang digunakan sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki dan kami mengharapkan untuk penambahan alat berat exavator yang layak. Pemanfaatan daur ulang sampah yang tidak dikelola dengan baik, mohon kiranya kepada bapak Walikota tentang masalah sampah ini agar menjadi perhatian utama di Kota Metro. Karena kami berfikir tidak lama kemudian akan menimbulkan masalah sosial di masyarakat,” beber Ria Hartini.

Sementara itu menanggapi pandangan Fraksi PDI-P atas pengelolaan sampah yang dinilai kurang maksimal tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin mengaku telah melakukan langkah yang salah satunya adalah perencanaan perluasan TPSA Karangrejo.

“Saya mengucapkan terimakasih atas saran masukan fraksi PDI-Perjuangan dengan perbaikan pengelolaan TPAS Karang Rejo. Pemerintah Kota Metro telah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas dan sekaligus kapasitas TPA Karang Rejo. Tahun 2019 yang lalu pemerintah Kota Metro telah mengusulkan pembangunan TPA baru dengan kelengkapan sarana prasarana pendukung tempat pengelolaan sampah, exavator, buldozer. Untuk pembangunan TPA baru tahun 2021 disamping TPA yang ada pada saat ini,” ucap Pairin menjawab pandangan Fraksi PDI-P. (Adv)

LEAVE A REPLY