Penolakan Revisi UU, Jadi PR DPRD Kota Metro

0
28

Kota Metro, Lampungsai.com – Aksi tolak pengesahan Revisi undang-undang KPK dan RUU KUHP belakangan ini menjadi sorotan utama publik. Penolakan terhadap keputusan pemerintahan tersebut banyak dilakukan berbagai kalangan terutama mahasiswa.

Seperti halnya aksi damai yang digelar oleh ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kota Metro, yang telah menyampaikan aspirasinya di pemerintahan daerah kota Metro, dan kemudian melanjutkan orasinya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Metro.

Massa yang terdiri dari mahasiswa gabungan tersebut mendapat sambutan hangat dari DPRD kota Metro. Salah satu anggota DPRD menganggap aksi mahasiswa tersebut merupakan keinginan murni mahasiswa dan bukan merupakan aksi yang timbul karena doktrin dari luar.

“Saya sangat senang atas kedatangan adek-adek mahasiswa ini untuk menyampaikan orasinya, selain sebagai kontrol pembangunan, mahasiswa juga merupakan penyampai aspirasi rakyat,” ujar Deswan salah satu anggota DPRD kota Metro saat menemui para mahasiswa di ruang OR gedung DPRD setempat. Rabu 25 September 2019.

Dihadapan mahasiswa PC IMM, dirinya berjanji bahwa DPRD kota Metro akan segera menindaklanjuti dan menyampaikan isi tuntutan tersebut ke pusat. “Ini menjadi PR dan masukan bagi kami selaku anggota DPRD kota¬† Metro, Percayalah kami akan segera menindaklanjuti tuntutan dan menyampaikannya ke pusat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, koordinator aksi damai Marwan menyebutkan bahwa selain sasaran utama orasi untuk menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP kontroversial, sejumlah poin tuntutan tersebut antara lain, Menolak capim KPK bermasalah, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan RUU Pesantren yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

“Kami juga meminta agar pemerintah menangani dengan serius isi konflik di Papua dan Karhutla serta kriminalisasi aktivis. Kemudian tolak iuran BPJS, tertibkan jam wajib belajar siswa, memberikan kejelasan terminal kota Metro, dan menertibkan kebersihan kota agar kota Metro sebagai kota pendidikan dapat terwujud,” tegasnya.

Setelah penyampaian orasi usai, perwakilan legeslatif yakni Deswan dan Didik menandatangani petisi yang diberikan massa aksi damai IMM sebagai bukti bahwa DPRD kota Metro mendukung aksi mahasiswa tersebut. (Adv)

LEAVE A REPLY