Panen Bawang Merah, Hasilkan 10,14 ton

0
12817
Kepala DKP3 Kota Metro L. Parjiem bersama Kasi Sayuran Ditan Prov Lampung dan Dandim 0411/LT, saat panen bawang merah, banjarsari Metro Utara, Rabu 18 Januari 2017./Tama

Metro, Lampungsai.com – Periode pertama tanam bawang merah, Kota Metro panen bawang merah dengan hasil 10,14 ton. Tonase itu terhitung dari luasan tanaman bawang merah dilahan 1 Ha, Kelurahan Banjarsari Metro Utara dengan Kelompok Tani bawang merah Subur III. Kegiatan Panen bawang merah itu dihadiri Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi dan Dandim 0411/ LT, Rabu 18 Januari 2017.

Bawang merah tersebut merupakan bantuan dari APBN tahun anggaran 2016 berupa bibit sebanyak 1 ton, dalam rangka program tanam bawang merah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, L. Parjiem mengatakan, panen ubinan periode pertama jenis bawang merah itu merupakan hasil semple bibit yang ditanam di luasan lahan 1 Ha.

Sample ubinan pertama bawang merah sebanyak 3 Kilogram, kedua 2,5 Kg dan ketiga 2,4 Kg. Rata-rata hasil bawang merah dalam perhektare sebanyak 2.6 Kg dikalikan 6500 (rumus bawang merah x rumusan padi 16.000) total hasil 16.900 Kg bawng merah basah usia 50 hari.

Masih menurut L.Parjiem didampingi Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) DKP3 Metro, Wiji melanjutkan, untuk bawang merah kering dikali 60 % maka hasilnya 10.140 Kg. Ini dihitung dengan rumusan yang ada, jika masa tanam selama 60 hari ke atas maka hasilnya akan banyak. Melihat dari hasil panen saat ini, sebanyak 10.14 ton, kedepan program tanam bawang Kota Metro dari luasan lahan 10 Ha akan ditambah menjadi 20 Ha merata di lima wilayah Kecamatan se-Kota Metro. Disetiap Kecamatannya akan memperoleh jatah tanam seluas 4 Ha.

“Sebenarnya waktu panen idealnya 60 hari ke atas. Namun mengingat iklim kurang mendukung hingga bawang terkena penyakit poasrium. Maka dipanen hari ini, khawatir nanti hasilnya kurang memuaskan,”katanya.

Pada kesempatan itu, Kasi Sayuran Dinas Pertanian Provinsi Lampung Suhenda Arsol mengatakan, program tanam bawang ini adalah pola pengembangan dari 1 Ha menjadi 5 Ha. Tahun ini 2017, akan menambah luasan jadi 20Ha melalui yang bantuannya dikucurkan dari APBN, dengan konversi 1 ton bibit perhaktare.

“Untuk panen saat ini, cukup bagus dengan capaian 10 ton lebih, meski cuaca saat ini musim penghujan. Selain dari APBN, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah setempat bersama-sama akan memberikan bantuan bibit bawang untuk tanam seluas 1 Ha,”ujarnya.

Disisi berbeda, perwakilan kelompok tani subur III Hendri mengungkapkan, hasil panen yang di capai saat ini menjadi motivasi kedapan dan berinovasi kembali menanam bawang merah. Dan Poktan Subur III kedepan akan mengganti bibit tajuk dengan bibit brebes, sebab kedepan tentunya akan memasuki musim kemaru, terlebih bibit tajuk sebelumnya kurang cocok untuk iklim Kota Metro.

“Apa yang telah di bantu Pemerintah saat ini, atas nama Poktan Subur III juga berharap dapat diberi juga bantuan berupa alat tank steam elektrik motor untuk menghilangkan embun pagi yang menyebabkan tingginya keasaman pada bawang,”ungkapnya. (Tama)

LEAVE A REPLY