Berwajah culun berperilaku sadis, seperti inilah penampakan wajah pembunuh hellen

0
2649
Lampungsai.com Metro | patut di apresisasi langkah cepat jajaran polres kota metro dalam mengungkap kasus pembunuhan Helen Ameiliani Dwi Jaya (15) warga Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat yang ditemukan tidak bernyawa pada Kamis (28/7/2016) dalam waktu 4 hari terungkap.
FB_IMG_1470048347727_resized
dilansir dari lampung7news.com Hanya dalam waktu empat hari saja jajaran Polres Kota Metro berhasil membekuk pelakunya, tepatnya Minggu (31/7) sekitar pukul 19.30 WIB, anggota Pokres menangkap Hendrik Setiawan (19) alias, Muhammad Ubaidila Hasan alias, Aji di kediamanya Rt 26 Rw 10 Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat.
seperti di terangkan oleh Kapolres Metro AKBP Rali Muskitta, kejadian bermula ketika pelaku berkenalan dan menjalin komunikasi melalui pesan singkat. Namun dalam komunikasi itu korban dan pelaku malah sering saling mengejek.
Motif pelaku ini karena kesal dihina. Jadi pada Rabu (27/7) sekitar pukul 19.30 WIB pelaku dan korban sepakat bertemu di tanah merah Jalan Diponegoro Hadimulyo Barat, Metro Pusat. Ketika bertemu malah terjadi cekcok, akhirnya korban mengajak pelaku pindah ke pinggir tanah merah yang jadi TKP penemuan mayat korban. Cekcok mulut masih terjadi, korban dan pelaku dalam posisi duduk di tanah, saat itulah pelaku mengambil bongkahan semen, berdiri, dan menggunakan tangan kanannya memukul korban hingga jatuh tersungkur,” urainya pada konfrensi pers di Polres Metro, Senin (1/8/2016).

Ditambahkannya, tidak berhenti disitu pelaku kemudian mencekik korban menggunakan kedua tangan dan korban meronta dengan memukul-mukulkan kedua tanganya ke pundak pelaku. Korban yang masih dalam posisi terlentang langsung digulingkan oleh pelaku masuk ke dalam tersier yang penuh lumpur.

“Pelaku membalikkan posisi tubuh korban menggunakan lutut sehingga posisi korban tertelungkup. Lalu pelaku menduduki punggunya dan menggunakan kedua tangannya menekan kepala korban ke dalam lumpur sampai pelaku tidak melihat tangan dan badan korban bergerak lagi,” ujar Rali Muskitta.

Kemudian pelaku berdiri dan melepaskan seluruh pakaian bawah korban namun tidak berhasil melepaskan baju korban karena kesulitan. Menutupi jejaknya, pelaku menutupi kepala dan seluruh tubuh korban dengan lumpur.

“Menyamarkan perbuatan kejamnya, selain melepas pakaian korban, pelaku memasukkan tangannya ke bagian intim korban, agar terlihat seperti korban pemerkosaan. Selanjutnya pelaku meninggalkan korban dan turun ke ledeng berendam membersihkan sisa lumpur kemudian kembali ke rumah,” pungkasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah kaos tengtop warna merah muda, bra, rok pendek warna putih bermotif, pakaian dalam, dua buah anting, satu kalung, gelang tangan, sepasang sepatu warna hitam, 4 unit handphone milik korban dan pelaku serta satu buah bongkahan semen ukurn 20 cm bentuk tidak rata. Atas perbuatanya pelaku dibidik pasal 340 junto 338 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

LEAVE A REPLY