Mengetahui Siswanya Dikroyok, Dewan Guru Lapor Polisi

0
121

Lampung Utara, Lampungsai.com – Merasa terancam akan jiwa siswanya, dewan guru SMP Negeri 2 Kotabumi melapor ke Polres Lampung Utara atas tindakan pengeroyokan salah seorang siswa terhadap Luki Priyanto secara membabibuta sehingga beberapa dewan guru ikut menjadi korban pemukulan.

Kedatangan para dewan guru ke Polres Lampung Utara itu mengantarkan Luki Priyanto untuk melaporkan tindakan pengeroyokan keluarga Yazid salah satu siswa SMP Negeri 2 Kotabumi. Selasa, 10 September 2019.

Menurut para dewan guru, kejadian itu bermula dari tindakan tidak sengaja antara Luki dengan Yazid setelah dimediasi pihak sekolah keduanya sepakat berdamai. Namun disaat Luki Priyanto akan diantarkan oleh salah seorang gurunya pulang ke rumahnya pada saat itu yang masih di dalam lingkungan sekolah tersebut datang lah keluarga Yazid yang langsung memukul ke arah Luki Priyanto, namun yang terkena salah seorang gurunya dan langsung tersungkur dan tertimpa oleh sepeda motor yang membonceng Luki Priyanto.

“Karena tadinya sudah selesai (Damai), Luki ini kita akan antarkan kepada keluarganya, tapi tiba-tiba kakak teman Luki berantem ini bersama kerabatnya memukul dan mengenai ibu Mastura,” salah seorang guru yang mengantarkan Luki melapor di Polres Lampung Utara.

Kawatir akan keselamatan Luki, lanjutnya, pihak sekolah meminta bantuan kepada anggota Polres Lampung Utara dan sempat akan dilakukan mediasi, namun karena pihak lawan Luki berantem masih terus melakukan ancaman kepada Luki sehingga para dewan guru mengantarkan Luki untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Kami merasa jiwa Luki ini terancam dan juga ada guru yang sempat dipukul oleh keluarga kawan Luki berantem ini, makanya kami melapor,” lanjutnya.

Atas kejadian itu Luki Priyanto melaporkan tindakan pengeroyokan yang dialami dirinya. Sebagaimana diungkapkan Marpuni, ibu korban (Luki Priyanto), dirinya mendapatkan kabar kalau anaknya berada di Polres Lampung Utara.

“Anak saya dianter sama guru-gurunya ke kantor polisi untuk melapor karena telah dikeroyok dan bukan hanya anak saya, bahkan kata gurunya mereka juga ada yang ditendang oleh keluarga lawan anak saya berantem itu, dan keluarganya bilang ke guru SMP 2 itu dia orang minta anak saya dikeluarkan dari sekolah, kata gurunya kalau memang harus dikeluarkan ya dikeluarkan semua bukan anak saya aja,” ungkap Marpuni ibu Luki Priyanto.

Menurut Luki Priyanto, dirinya dikeroyok oleh keluarga Yazid bersama kakaknya Nanda dengan kawan-kawannya yang lebih dari tiga orang saat dia akan diantarkan pulang kerumahnya oleh dewan guru.

“Saya dikeroyok, kepala saya sampai benjol-benjol begini dan badan saya sakit semua,”ujarnya.(Budi Irawan)

LEAVE A REPLY