Menelisik Sejumlah Proyek Kota Metro Terkesan Asal Jadi, Ada Indikasi Dugaan Setoran Dan Fee

0
140
ilustrasi/red lampungsai.com

Kota Metro, Lampungsai.com – Menelisik kegiatan proyek Infrastruktur Kota Metro, didapati sejumlah pelaksanaannya menghasilkan kualitas belum baik dan menjadi keluhan warga, yang di duga dikerjakan asal jadi. Kondisi buruknya hasil kegiatan proyek pembangunan jalan kategori lelang tender, Penunjukan langsung (PL), didapati baru dibangun sudah rusak, mengerucut indikasi setoran dan fee setiap proyek yang ada serta terindikasi “Fruad” (kecurangan)

Disampaikan Direktur Eksekutif LSM Gerakan Transparansi Rakyat (GETAR) Lampung, Edison, Selasa 25 September 2018, menurutnya, mulai marak berita dan informasi mengenai jalan yang baru di bangun sudah rusak, dan menjadi keluhan warga.

Terkait hal ini, Pemerintah Kota Metro melalui pihak tim Dinas PUTR, mengaku akan melakukan pemanggilan pihak pengawas, akan menegur rekanan, bahkan akan menahan anggaran perawatan (Retensi) proyek, hanya sebatas celoteh menepis kondisi riil.

“Sah-sah saja, persepsi, pendapat atau menanggapi sebuah informasi. Namun, kita back dari Perencanaan awal, setiap kegiatan tentu ada Komitmen antara pihak rekanan dan tim Dinas, Komitmen ini dalam tanda kutip, menjadi indikasi adanya “Fruad” (Kecurangan) di antara keduanya. Ibarat ada barang ada uang. Hal ini, Publik sudah tentu mengetahui terlebih adanya kualitas pembangunan jauh dari kategori standar atau lumayan, jadi wajar dan sah juga, bila ada dugaan yang dipersepsikan, setiap proyek harus setoran sekian persen dan ada pembagian fee didalamnya,”ujarnya.

Edison melanjutkan,  berbicara teknis, berbicara perencanaan, tentunya setiap kegiatan proyek itu ada konsultan perencanaan dan pengawasan. Disini warga pun sudah cukup cerdas, karena konsultan teknis itu tidak hanya ada di Dinas PUTR yang bisa di mintai informasinya terkait kegiatan proyek.

Mengulas   kembali, setiap proyek di Kota Metro sejak tahun anggaran 2017 dan 2018, di duga telah terkondisikan dan di koordinir oleh anak Wali Kota Metro A.Pairin yang bernama Ardito Wijaya dan  akrab  di sapa “Pangeran” juga selaku Ketua AMPI Provinsi Lampung, yang cukup santer di kalangan publik, ormas dan pihak rekanan sendiri.?

Edison mengungkapkan, memang santer informasi itu, bahkan sampai ke tingkat Provinsi. Pihak luar Kabupaten tetangga pun (Lampung Tengah-Lampung Timur) yang punya kepentingan di Kota Metro dikala musim kegiatan (Proyek) mengetahui kondisi itu, hanya saja memang sebagai masyarakat awam hanya sebatas mendengar informasi dan sulit di bagi masyarakat awam membuktikan itu.

Dugaan itu juga tidak hanya kegiatan proyek jalan, proyek pembangunan gedung, proyek pembangunan flyfox dan pengadaan 7 unit ATV dikelola Disparpora  dan beberapa kegiatan proyek di Dinas Pertanian, Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah A.Yani, termasuk kegiatan di Dinas Pendidikan yang diduga bermasalah.

Ada banyak kegiatan yang patut di pertanyakan dan patut di duga kecurangan didalamnya, terlebih proyek jalan dan proyek bangunan yang menelan anggaran cukup besar, santer telah terkondisikan. “Secara kelembagaan, kami siap bergerak bersama warga, dalam mengkritiki program Pemerintah Kota Metro, termasuk di sektor pembangunan infrastruktur di era ini, tinggal bagaimana keberanian dari penegak hukum di Kota metro mengungkap tabir ini, sebab TP4D bergerak ketika di MINTA bukan berarti tidak menindak jika ada dugaan atau temuan didalamnya, dan ini perlu dipertanyakan, sebagaimana kondisi musim proyek saat ini,”ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengakuan Wali Kota Metro, A.Pairin, Ardito Wijaya berada di luar Kota Metro, bagaimana mungkin bisa. “La wong dia (Ardito) di sono, mana mungkin bisa begitu, tidak ada sama sekali hal mengkoordinir proyek-proyek dan tidak ada keterlibatan,”tepis Wali Kota Metro, saat di konfirmasikan usai rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Senin 10 September 2018.

Bacahttps://lampungsai.com/berita-lampung-terkini/dugaan-proyek-kota-metro-di-koordinir-sang-pangeran-ini-komentar-wali-kota-a-pairin/

Menyinggung soal proyek flyingfox Sumber Sari Bantul, Metro Selatan, yang di duga belum ada proses alih fungsi lahan pertanian dan proses hibah, dan diduga belum melalui Paripurna, termasuk pengadaan 7 unit ATV yang belum ada payung hukumnya, telah dilelang tenderkan dengan nilai Rp 2 Milliar.

Wali Kota A.Pairin membantalkan kepada Pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. “Silahkan langsung ke Dinas saja, jika semua untuk menunjang kinerja dinas, kami pasrahkan ke setiap dinas terkait,”ujar Pairin, mengakhiri komentranya sambil berlalu, menghindari wartawan untuk di wawancarai lebih lanjut. (Tim)

LEAVE A REPLY