Masyarakat Tanggamus Keluhkan Sulitnya Mendapat E-KTP

0
35

Tanggamus, Lampungsai.com – Keluhan masyarakat untuk yang satu ini mungkin tak asing lagi di dengar, Masyarakat selalu mengeluhkan sulitnya mendapatkan e-KTP, terlebih masyarakat yang bekerja di luar Daerah.

Sulitnya mendapatkan e-KTP di sebabkan berbagai macam problema, dari terganggunya server hingga habisnya Blangko e-KTP.

Kali  ini permasalahan yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Kabupaten Tanggamus untuk memenuhi keinginan masyarakat mendapatkan e-KTP adalah habisnya Blangko e-KTP, akibatnya banyak masyarakat mengeluhkan dan kecewa atas terhambatnya mendapatkan e-KTP.

Salah satu Warga Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Ubaidillah menyampaikan keluhannya.”Saya memang sudah lama rekaman untuk e-KTP, namun setelah saya pulang dari kerja diluar Daerah dan sekalian mengurus KTP saya tapi belum juga saya dapatkan sebab Blangko e-KTP sedang habis”, katanya.

“Padahal untuk kami yang bekerja di luar Daerah KTP itu sangatlah penting, dari mulai penyebrangan di pelabuhan Bakauheni-Merak saja KTP sudah di pergunakan, maka kami yang bekerja di luar Daerah sangatlah memerlukan KTP untuk identitas kami, sebab kalau Surat Keterangan (Suket) ada batas waktunya,” tambahnya.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tanggamus melalui Kepala Dispendukcapil Syarif Husin, kepada awak Media menjelaskan (18/6). Menurut Syarif, kosongnya blangko E-KTP ini sudah terjadi sekitar lima hari ini.

Syarif mengaku, beberapa minggu yang lalu pihaknya mendapatkan lima ratus blangko e-KTP dari Kemendagri, Namun stok tesebut habis lantaran banyak pemohon e-KTP.”Memang kosong dari pusat. Kami sudah mencoba meminta langsung ke Kemendagri tapi belum direalisasikan,”terangnya.

Meski blangko kosong bukan berarti pemohon tidak dilayani. Perekaman data tetap dilakukan namun untuk sementara waktu blangko belum ada maka pemohon diberikan surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP. Suket itu berlaku selama 6 bulan dari penerbitan kemudian bisa dipergunakan untuk kepentingan publik. Seperti perbankan dan keperluan administrasi lainnya. ”Kalau blangko e-KTP sudah ada, suket tersebut bisa ditukar dengan e-KTP. Yaitu kalau sudah ada keterangan e-KTP bisa dicetak,” jelasnya.

Syarif menambahkan, upaya pengadaan blangko terus dilakukan dengan meminta kepada kementrian, namun kapan adanya blangko tersebut pihaknya tidak bisa memastikan.”Ya kalau keinginan kita secepatnya blangko itu sudah ada, tapi disini yang bisa menentukan adanya blangko kementrian,”terangnya. (Yan/Rilis/Budi WM)

LEAVE A REPLY