Mas Fran Dan KTNA Kota Metro, Sharing Soal Pertanian

0
428

Kota Metro, Lampungsai.com – Berbekal pengalamannya yang cukup, selama di Negara Jepang, sebagai Peneliti Lingkungan Hidup, Fritz Akhmad Nuzir akrab disapa Mas Fran, melakukan Sharing Soal Pertanian dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Metro.

“Dunia ini mengalami banyak permasalahan lingkungan. Kalau kita melihat Negara Jepang, memang tidak mungkin, apa yg ada di Jepang bisa kita terapkan di sini (Kota Metro). Namun ada nilai-nilai yang bisa kita ambil untuk di sini, salah satu contoh kecil adalah, di Jepang, anak-anak sejak duduk di bangku Taman Kanak – kanak (TK) sudah diajarkan bercocok tanam serta diajak langsung terjun untuk bisa menanam padi,”

Demikian kata Mas Fran dalam Sharing Pertanian dengan KTNA Kota Metro yang berlangsung di kediaman salah anggota KTNA setempat, Jl.Jambu, No.28, Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat. Sabtu, 11 Januari 2020, yang dihadiri langsung Ketua KTNA Kota Metro, Gusmin dan Pembina KTNA setempat, Sugeng.

Masih seputar soal pertanian dan lingkungan hidup, Mas Fran menjelaskan bahwa, di Jepang dengan segala keterbatasan sumber daya alam, bisa fokus mengembangkan keahlian yang berujung pada kemajuan teknologi.

“Hal yang serupa bisa diterapkan di kota Metro, yang kemudian bisa mengembangkan keterampilan SDM dan kualitas produknya. Sehingga menjadi unggul dan kemudian menjadi pusat percontohan untuk daerah lain. Ini selaras dengan visi sebagai Kota Pendidikan,”jelasnya.

Dikesempatan itu, Ketua KTNA Kota Metro, Gusmin menyambut dan menyampaikan apresiasi hal yang dipaparkan Mas Fran.

Tentunya, kata Gusmin, “Kalau kita menjadi Kontak Tani, maka kita harus menjadi kelompok yang paling mendukung pertanian. Meskipun Kota Metro adalah Kota kecil, tapi namanya bergaung dan punya nama di Indonesia,”ungkapnya.

Ditambahkan oleh Penasehat KTNA Kota Metro, Sugeng menyampaikan, “Kita adalah organisasi yang menggerakkan pertanian. Kita lihat bagaimana Jepang bertani dengan keterbatasan. Mas Fran lama di Jepang, jadi kita saja berfikir bersama, tentang arah pembangunan pertanian kedepan,”katanya.

Tentunya, Sugeng melanjutkan, Lebih lanjut, “Berharap Mas Fran sebagai perwakilan pemuda, untuk bisa menjadi petani millennial. Jangan sampai, mata rantai pertanian ini terputus karena anak mudanya tidak mau bertani,”pungkasnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY