Mas Fran Beri Gambaran Umum Industri 4.0 Dan Smart City

0
605

Kota Metro, Lampungsai.com – Salah satu sosok Akademisi dan Dosen Arsitektur serta ahli teknologi, Fritz Akhmad Nuzir akrab disapa Mas Fran, berikan gambaran umum seputar Revolusi Industri 4.0. Rabu, 22 Januari 2020.

Dengan cekatan, Fritz yang akrab disapa Mas Fran mngawalinya dengan mengenalkan lebih jauh mengenai revolusi industri 4.0. “Kalau mengarah ke level ini, diawali dari sekarang, di negara – negara maju, para masyarakatnya menggunakan aplikasi sosial itu tidak seperti di Indonesia, yang nyaman dengan WhatsAps. Dampak ini juga merambah ke para pelaku birokrasi yang mengandalkan WhatsAps, sampai dengan pengiriman atau lainnya terkait file, berkas dan lainnya tanpa mau lagi melalui email. Ini simplenya,”kata Mas Fran.

Berbicara Indonesia 4.0, sebenarnya adalah inovasi generasi ke empat yang menuju pada perubahan dengan memberikan efek besar terhadap dunia dan tata cara kehidupan sampai dengan meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan. Revolusi Industri 4.0. ini sudah ada sejak era 2011 – 2012 silam, dan sekarang baru merebak ke semua lini dan baru akan dimulai sekarang ini.

Lalu seperti apa sebenarnya Revolusi Industri 4.0? Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya, demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya. Penerapannya tentunya terkoneksi dengan jaringan internet.

Jadi semuanya kedepan sudah berbasis IoT (Internet of Things) memiliki kemampuan dalam menyambungkan dan memudahkan proses komunikasi antara mesin, perangkat, sensor, dan manusia melalui jaringan internet.

“Contoh kecil, dulu kita mau transfer uang hanya bisa lewat ATM dan teller Bank, sekarang sudah banyak tempat link untuk mentransfer dan penarikan uang dimana saja, selama terhubjng dengan jaringan internet, sampai dengan sistem M-Banking. Bahkan kita bisa mengontrol aktifitas keuangan diaman saja, kapan saja,” ujar Fran.

Di era ini, kata Mas Fran, semua nya dapat menghasilkan informasi yang logik karena data yang diproses dengan alat canggih atau yang disebut dengan Analitik dan Algoritma. Data yang diproses tersebut juga dapat membantu mempertimbangkan adanya masalah yang terlihat dan tidaknya, untuk seluruh keindustrian, pabrik dan sampai dunia pemerintahan hingga masyarakat yang sudah menggunakan teknologi dalam usahanya. Indonesia saat ini mulai menggarap konsep Revolusi Industri 4.0 secara serius.

Pada dasarnya, era revolusi industri 4.0 akan mengubah hampir sebagian besar hidup manusia. Semua berbasis komputerisasi sampai kendaraan juga tanpa pengemudi lagi dan sampai akhirnya ada robot pintar. Semua serba otomatis yang terkonekso dengan virtual melalui bantaun internet.

“Era ini tidak akan bisa dihindari. Dan kita harus mempunyai strategi yang mampu melakukan transformasi dan inovasibuntuk menghadapinya. Di Indonesia saat ini juga telah memunculkan strategi yang membuka jalan menuju Indonesia 4.0, digadang-gadang sebagai solusi untuk mempercepat pengembangan industri nasional di era digital ini,”ungkapnya.

Semuanya terserap didalamnya, lanjut Mas Fran, dari sekarang persiapkan kualitas SDM dalam penggunaan teknologi digital. Dengan memulai mendigitalisasikan semua peluang usaha, bisnis dan segala yang tentunya dapat mengembangkan semua hal positif dan berdaya saing sampai pada perluasan jaringan usaha bisnis.

“Itulah tadi beberapa hal seputar industri 4.0. Kita sudah harus bersiap menghadapi era revolusi industri 4.0, dimana semua perubahan dapat terjadi. Dengan menciptakan inovasi di era persaingan digital saat ini,”pungkasnya.

Mengarah pada konsep Smart City sesuai era-nya dan apa saja yang dibutuhkan sebuah kota.?

Dipaparkan singkat Mas Fran, sebuah Kota itu ada beberapa aspek penunjang yang penting dan memang menjadi kebutuhan sebuah Kota, yakni Ruang Publik, Transportasi Inklusif dan Circular Ekonomi (RTC).

Pertama adalah adanya Ruang Publik yang terdiri dari ruang Kreativitas Komunitas, Area Hijau, Rekreasi Keluarga dan ruang aktivitas sosial. Kedua, adanya Transportasi Inklusif terdiri dari ruang untuk pejalan kaki, Tempat Pengelolaan Sampah Kota, Angkutan Umum dan Transportasi Inklusif.

Lalu yang ketiga, adanya Circular Ekonomy terdiri dari Objek Wisata Unggulan, Ekonomi Kreatif dan Masyarakat Edukatif. Circular Ekonomi adalah konsep alternatif dari ekonomi linear (produksi, penggunaan, pembuangan) yang bertujuan untuk menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin serta untuk memulihkan material yang telah sampai pada usia akhirnya.

“Tiga hal ini yang memang harus ada dan sudaj menjadi kebutuhan bagi sebuah Kota,”katanya.

Konsep “Smart City“ pada umumnya adalah sebuah kota yang mampu mengelola dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki seperti sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya dapat hidup nyaman.

Smart City didefinisikan sebagai kota yang mampu menggunakan sumber daya manusia, modal sosial dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

Konsep ini, kata Fran, akan terpenuhi apabila kota tersebut sudah mampu untuk mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan menggunakan sistem terintegrasi serta memiliki infrastruktur dasar yang terpenuhi seperti air, listrik, sanitasi limbah, keamanan, pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan, baik pemerintahan maupun masyarakat dan transportasi yang efisien sehingga dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Dalam konsep ini ada beberapa indikator dasar yang harus dipenuhi dalam mewujudkan Smart City yaitu masyarakat penghuni kota smart people, smart economysmart governancesmart livingsmart envoronment,”jelas Frans.

Fran menambahkan, dengan mampu menerapkan atau memenuhi salah satu dari beberapa indikator tersebut diharapkan sebuah Smart City dapat membantu menyelesaikan masalah perkotaan, seperti transparansi dan partisipasi publik, keamanan, kemudahan transportasi publik, data dan informasi yang terpenuhi.

Konsep Smart City juga menerapkan lingkungan yang lebih lestari, karena konsep pengaturan limbah dan pengelolaan air yang lebih maju. Salah satu penerapan dari Smart City adalah penerapan smart governance yang bertujuan agar adanya pemerintahan yang transparan, kemudahan partisipasi publik dan informatif. (*)

LEAVE A REPLY