LSM LIPAN Tanggamus Pertanyakan Kelanjutan Perkara Bansos Disabilitas, Kasi Penyidik Mengaku Masih Situasi Covid-19

0
1520

Tanggamus, Lampungsai.com – Tindak lanjut perkara dugaan double job dan pemotongan dana Bansos Disabilitas, atas laporan LSM LIPAN ke Kejari Tanggamus, sampai saat ini tidak jelas. Penyidik Kejari mengaku masih proses dan tertunda karena Pandemic Covid – 19.

Disampaikan Ketua LSM LIPAN DPD Kabupaten Tanggamus, Musanif Amran, bahwa hal terakit telah disampaikan berupa laporan kepada pihak Disos dan pihak Kejari. Namun, sampai saat ini Dinas Sosial terkesan acuh, enggan menanggapi masalah tersebut.

Begitu juga dengan pihak Kejaksaan setempat, berharap laporan dapat diproses, namun tidak ada kabar kelanjutannya.

“Apakah begitu besar dampak Covid-19 sampai mengarah pada proses penegakkan hukum?,”tegas Musanif. Rabu, 13 Mei 2020.

Diberitakan sebelumnya, Dugaan Pendamping Disabilitas Double Job serta pemotongan Dana Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas, TA 2017, diungkapkan oleh Sudirman salah satu penerima Bansos Disabilitas.

Sudirman mengungkapkan bahwa, saat dirinya menerima Bansos berupa uang tunai sebesar Rp300 Ribu/bulan di transfer melalui ATM yang di berikan Basuki selaku Pendamping disabilitas dengan keadaan PIN sudah terbuka tanpa diketahui Sudirman.

Tak hanya itu, dana yang di terima Rp300 Ribu/bulan yang dikucurkan Pemerintah Pusat, Sudirman menyangkal bahwa dana tersebut tidak sama terhitung dalam pengambilannya. Di tahun 2017 sampai 2018 hanya Rp 1 Juta, masing-masing tahunnya, Sudirman menerima Rp500 Ribu. Di tahun 2019, hanya 2 bulan diterima dengan nilai Rp545 Ribu.

“Saya enggak tahu kalau PIN ATM- nya terbuka, dan juga nominal pengambilan agak berkurang. Kalau benar Rp300 Ribu/bulan, saya hanua menerim Rp1 Juta selama 2 tahun. Maing-masingnya, tahun 2017 Rp500 Ribu dan 2018 Rp500 Ribu. Pada tahun 2019 hanya 2 bulan pengambilan sebesar Rp545 Ribu,”ungkap Sudirman saat dikonfirmasi media dikediamannua, (2/2).

Sementara itu, menurut Kasi Penyidik Kejari Tanggamus, Arinto saat dikonfirmasi Tim AJO Indonesia DPC Tanggamus menyampaikan, masalah tersebut sedang proses dan akan di tindak lanjuti. Namun, dalam situasi Pandemi Covid-19 ini, maka tidak bisa melanjutkan pemanggilan pihak terlapor. Dan hal ini juga untuk menjalankan aturan pemerintah pusat.

“Laporan dugaan Pemotongan dana Bansos Penyandang Disabilitas dan Double Job oleh Pendamping, masih kami proses, tapi untuk saat ini, kami belum bisa melakukan pemanggilan dalam situasi yang seperti ini,”katanya.

Terkait adanya salah satu Pendamping Disabilitas yang diduga Double Job Anggota DPRD pada tahun 2017, menurut Arianto bahwa, pada masa itu Basuki sudah pensiun menjabat. (AJO Indonesia)

LEAVE A REPLY