LSM GETAR Lampung Ingatkan Dinas PU Kota Metro Untuk Tidak Asal Terima Pekerjaan Proyek

0
117
Salah satu proyek jalan lingkungan di Cengkeh Baru, Hadimulyo Barat./red

Kota Metro, Lampungsai.com – LSM Gerakan Transparansi Rakyat (GETAR) Lampung, ingatkan pihak tim teknis Dinas Pekerjaan Umum Kota Metro, untuk tidak asal menerima pekerjaan infrastruktur fisik yang ada.

Salah satu proyek jalan lingkungan di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kebon Cengkeh./Red

Disampaikan Direktur Eksekutid LSM GETAR Lampung, Edison bahwa, hasil monitoring dan uji sampling setiap fisik hasil pengkerjaannya jauh dari kualitas baik. Selain itu, pihak Pemerintah setempat harus berani tegas mengambil sikap memberikan tanda “Black List” bagi perusahaan rekanan yang melaksanakan proyek asal jadi.

Dalam setiap kegiatan proyek, sudah ditentukan nilai keuntungan, terlepas ada  hal terkoordinir diluar kegiatan untuk mendapatkan pekerjaaan atau proyek. Pihak Dinas PU melalui Tim-nya harus tegas untuk tidak menerima begitu saja, pekerjaaan yang bobot volumenya patut di kroscek dan dikerjakan ulang, terlebih kegiatan fisik pembangunan jalan.

ruas badan jalan protokol kota metro./red

“Artinya, jangan hanya karena sesuatu atau karena ada uang pelicin dari rekanan, tim PU begitu saja mudah menerima setiap pekerjaaan yang tentunya kualitas kerjaan dapat dibilang tak sesuai RAB, baik itu fisik gedung dan jalan,”ungkap Edison, kepada Lampungsai.com. Jumat, 06 September 2019.

Masih kata Edison, hasil monitoring tim LSM Getar, cukup banyak kegiatan proyek infrastruktur jauh dari kata berkualitas mutunya, hampir semuanya dapat di kategorikan bermasalah dan terkesan asal jadi terindikasi dari proyek TA 2018 dan 2019 saat ini.

Selain itu, tidak ada adanya papan plang informasi yang mana hal ini, bagian tidak terpisahkan dalam penanda tanganan kontrak kerja proyek. Contoh pembangunan dan peningkatan jalan protokol dan jalan lingkungan, dibeberapa titik Kelurahan dikerjakan asal jadi.

Ruas badan jalan pinggir ledeng, Kelurahan Hadimulyo Timur./Red

Edison melanjutkan, dalam hal ini tim LSM Getar masih terus melakukan monitoring semua kegiatan fisik di Kota Metro yang bersumber APBD murni dan Perubahan TA 2019. Jika semua sudah dianggap cukup, maka akan dilakukannya klarifikasi langsung, membidik beberapa kegiatan fisik yang dikerjakan rekanan dan mendesak pihak berwenang melakukan kroscek lapangan guna mengetahui indikasi besarnya kerugian keuangan negara.

“Sebelum dilakukan serah terima kegiatan fisik, gedung dan juga kegiatan pembangunan jalan, harus dikerjakan ulang sesuai RAB. Kalau jalan dari ketebalan (Panjang & Lebar badan jalan) misalnya. Semua kegiatan proyek ada PPK dan PPTK, mereka lah yang punya kewenangan dan bertanggung jawab atas kegiatan terkait, jangan asal terima hasil pekerjaan, jalankan tugas kewenangannya agar Kota Metro benar-benar baik dan berkualitas pembangunannya,”pungkasnya.(Red)

LEAVE A REPLY