Kejari Tahan Kepala DKP Lampung Timur

0
844

Lampung Timur – Dianggap melakukan Pungli Kejaksaan Negeri Sukadana menjebloskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur, Usman Effendi ke Rumah Tahanan Kelas IIb, Selasa sekitar pukul 15:00 Wib 13/12.

kasi pidsus lamtim

Kasi Pidsus Kejari Sukadana M Arief Ubaidillah kepada sejumlah awak media mengatakan, tersangka diduga telah terbukti melakukan pungutan liar uang setoran pabrik es yang ada di Kecamatan Labuhanmaringgai sekitar Rp100 juta.

Hal itu dilakukan sejak bulan Desember 2015 silam hingga September 2016.
“Modusnya kepala dinas ini mengambil uang setoran setiap bulannya Rp10 juta,” kata M Arief Ubaidillah.

Dikatakannya, pengurus pabrik es dan eksavator milik pemerintah daerah ini menyetorkan sejumlah uang ke kepala dinas, yang ternyata  perihal pungutan tersebut belum ada peraturan daerah (Perda), sehingga uang setoran ini diduga masuk ke kantong pribadi.
“Bukti sudah ada, baik bukti pertanggungjawaban setoran dan bukti saksi-saksi,” jelasnya.

Karenanya, kata M Arief Ubaidillah tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana primair pasal 12 huruf e ayat 1 subsidair pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dan ditambah UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Khawatir melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, makanya kami tahan tersangka ke rutan,” tandasnya.

Sayangnya, petugas dari kejari Sukadana terkesan sembunyi-sembunyi dari jepretan para awak media ketika hendak membawa tersangka ke rutan Sukadana, sehingga para awak media yang sudah menunggu sejak siang hari itu merasa dikecewakan, lantaran tidak dapat mengabadikan moment tersebut.

Saat ditanya adakah indikasi terhadap pejabat sebelum Usman Efendi, Kasie Pidsus Kejari Sukadana masih enggan berkomentar.
Untuk diketahui Eksavator merupakan bantuan hibah dari pusat Tahun Anggaran 2012 silam, demikian juga dengan pabrik es yang dibangun dengan anggaran Daerah Tahun 2012, dan mulai beroperasi sejak Agustus 2013 silam.

“ternyata kita tetap juga¬† kecolongan, kenapa kok sepertinya sengaja di sembunyikan dari kita,” ketus Udin reporter Radar TV.

Untuk diketahui, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Usman Effendi baru seminggu dilantik kembali oleh Bupati Lampung Timur Chusnunia usai mengikuti seleksi esselon IIb.

Pada bagian lain Amir Faisol salah satu aktivis kabupaten itu menyayangkan atas penahanan terhadap satu orang yang belum genap satu tahun menjabat sebagai Kepala DKP, sebab, kata Amir, Pabrik ES tersebut telah lama berdiri dan ber operasi tanpa memiliki Perda.

“Kalau Pak Usman itu dianggap pungli, lalu bagaimana dengan pejabat-pejabat DKP sebelumnya, yang sejak pabrik itu berdiri tahun 2012, dan alat berat hibah pusat, mulai beroperasi sejak tahun 2013, artinya, sudah lebih dari tiga tahun tanpa perda,” ketus Amir Faisol. (FR)

LEAVE A REPLY