Drs.Hi. Syamsi Roli, MM – Rindu Selalu Ingin Kembali Ke Baitullah

0
1544
Drs.Hi. Syamsi Roli, MM foto bersama Istri tercinta, Dra. TI. Hendrawati Negara, MP Saat di zabal sur.

Lampung Tengah, Senin 23 Januari 2017, Lampungsai.com – Seketaris Dewan Perwakilan Rakyat (Sekwan) Kabupaten Lampung Tengah, Drs.Hi. Syamsi Roli, MM, kerap rindu Makkah dan Madinah. Dua tempat itu merupakan yang sangat di idam-idamkan dan di cita-citakan untuk segera kesana kembali. Kesempatan itu sudah terlaksana bersama sang istri berangkat ketanah suci Mekkah September 2016 lalu.

Menurut pengalamannya, arus manusia yang datang silih berganti memasuki Masjidul Harram dari berbagai pintu yang terbuka untuk para tamu Allah SWT. Selintas tatapan kami tertuju pada keindahan Ka’bah yang memancarkan keagungan dan keteguhan ke langit. Dirinya bersama sang istri bersujud dan memanjatkan puji syukur atas keagungan dan kebesaranNya.

Syamsi Roli menceritakan, gema Talbiah dari para tamu Allah SWT di tanah wahyu Ilahi Mekah terdengar dan menyentuh hati. Lautan umat Islam meneriakkan ucapan Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka laa syarika laka. Sebuah ucapan yang dapat melupakan manusia dari hal-hal yang berbau duniawi. Dengan ucapan ini umat Islam dengan hati khusyu pergi menuju Baitullah Ka’bah.

Sedemikian besar kerinduan kami kepada Baitullah sehingga seolah-oleh degup hati kami terdengar oleh telinga. Begitupun keutamaan-keutaman Baitullah, telah menjadi kerinduan para tamu Allah SWT. Setiap Mukmin, ketika berada di hadapan Ka’bah, maka akan tenggelam di dalam keagungan dan keindahan yang Maha Agung, dan seluruh wujudnya akan dikuasai oleh semangat dan perasaan-perasaan khusus.

Berhajji dan Umroh, adalah sebuah jalan untuk bertaqarrub kepada Allah SWT dan salah satu syiar terpenting di dalam Islam. Di dalam perjalanan ruhani ini, manusia meninggalkan segala kelezatan jasmani dan menjauhkan diri dari setiap kekotoran. Peziarah Rumah Allah, dengan berseru “Labbaik Allahumma Labbaik”, mengungkapkan kerinduan dan kecintaan mereka dari dalam jiwa mereka, lalu mereka menenggelamkan diri ke dalam doa-doa dan munajat menyampaikan segala derita yang ia tanggung selama ini, seraya memohon rahmat dan inayah-Nya.

Di Ceritakan Syamsi Roli, rasa rindu berkunjung ke Makkah dan Madinah memang bukan sekedar ucapan belaka. Selama ini, aku pikir orang yang baru pulang dari ibadah haji atau umroh, lalu berkata sudah merindu untuk kembali kesana adalah sekedar ucapan saja. Namun sekarang aku merasakan sendiri betapa rindunya hati ini untuk kembali lagi berkunjung ke Makkah dan Madinah. Benar-benar rasa rindu yang mendalam dari hati ini. Teman-teman yang sudah pernah pergi ke Makkah dan Madinah mungkin juga akan merasakan hal yang sama.

Istri tercinta Syamsi Roli, Dra. Hajah.TI.Hendrawati Negara, MP, menceritakan pengalaman ke tanah suci Mekah bersama suami tercinta sunguh sangat luar biasa dan terkesan. Rasa senang, bahagia, dan haru bercampur menjadi satu. Tinggal 12 hari di Makkah dan Madinah merupakan hal yang luar biasa yang di dapatkan.

Rasa rindu untuk kembali datang ke tanah suci Makkah dan Madinah terus hadir dalam hati ini. Walau ketika pergi ke tanah suci Makkah lalu, mengalami masa yang sangat panas. Cuaca di Makkah dan Madinah waktu itu di malam harinya sekitar 30 C dan siang harinya bisa mencapai 50 C. Sungguh cuaca yang sangat menguras tenaga. Namun anehnya, rasa panas tidak terasa berkat kekuasaan lilahi taala.

Semburat warna merah dan kuning berpadu senja itu, sekitar pukul setengah tujuh malam di Mekkah terdengar adzan berkumandang dari Masjidil Haram. Suaranya yang merdu dan khas seolah menarik semua orang untuk berbondong-bondong mendatangi tempat ibadah. Nampak Ka’bah berdiri tegak, dipenuhi lautan manusia dari berbagai penjuru dunia, yang bersiap menasbihkan kebesaran Allah dengan sepenuh hati. Ketika shalat dimulai, semua orang khusyuk dan ikhlas berserah diri di hadapan Ka’bah.

Hendrawati mengungkapkan, inilah salah satu momen yang akan selalu terekam dalam memori, momen yang secara tidak langsung akan mengingatkan kita untuk kembali ke Tanah Suci dan menyaksikan lagi momen indah ini. Beragam pengalaman seru dan menarik, seperti melafalkan “titipan doa” dari teman, kerabat hingga perjuangan untuk mendekat dan mencium Hajar Aswad tak akan hilang dari bayangan bersama suami tercinta, dan sukses membuat kita selalu teringat akan suasana Mekkah.

Hal-hal inilah, yang membuat orang-orang yang pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci, merasa rindu dan merasa ingin untuk kembali ke sana. Untuk merasakan pengalaman spiritual yang -mungkin mengubah cara pandang mereka tentang kehidupan. (Kutipan cerita/Pur)

LEAVE A REPLY