Ketua DPC AJOI Tuba, Sayangkan Penangguhan Ainudin Salam, Tersangka Penganiayaan Jurnalis

0
116

Tulang Bawang Barat, Lampungsai.com – Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPC Kabupaten Tulang Bawang, sayangkan adanya penangguhan Sekretaris BPKAD Tulang Bawang Barat Ainudin Salam oleh Kepala BPKAD setempat. Ainudin Salam ditetapkan tersangka atas tindakkan kekerasan dan penganiayaan terhadap jurnalis Yantoni yang juga anggota AJOI DPC Tulang Bawang.

Ketua AJOI DPC Tulang Bawang, Yendi Yusman (tengah) didampingi Sekretaris Ridho (kaos coklat) saat bersama dengan Yantoni (korban) kekerasan tersangka Sekretaris BPKAD Ainudin Salam, saat mengklarifikasikan kronologis kejadian./tim

“Sangat menyayangkan adanya penangguhan terhadap Ainudin Salam oleh Kepala BPKAD. Ainudin Salam ditetapkan tersangka dan proses hukumnya masih berjalan. Diterimanya penangguhan oleh pihak Polsek Tulang Bawang Tengah,”kata Ketua AJOI DPC Tulang Bawang, Yendi Yusman, di sekretariatannya. Selasa, 08 Oktober 2019.

Tentunya, Yendi menambahkan, pihaknya mendesak pihak kepolisian agar pelaku cepat di tahan.

“Kasus 303 saja di penjarakan, kenapa kasus penganiayaan pasal 351 tidak ditahan setelah ditetapkan tersangka dan ditangguhkan,”imbuhnys menegaskan.

Di waktu yang sama, Yantoni (korban) mengatakan, saat kejadian dirinya ke Tulang Bawang Barat wilayah lingkup tugas kejurnalistikan, guna mewawancarai suatu persoalan menyangkut Sekretaris BPKAD Ainudin Salam.

“Saya juga anggota dari AJOI DPC Tuba, datang ke Tubaba untuk reportase berita yang tentunya harus berimbang dengan konfirmasikan langsung ke Sekretaris BPKAD, karena dats informasi terkait kegiatan di BPKAD melibatkan Ainudin Salam,”ungkap Yantoni.

Secara singkatnya, Yantoni melanjutkan, dari kejadian itu muncul suara sumbang adanya indikasi pemerasan, hal itu tidak benar.

“Saya bantah hal itu, bagaimana bisa saya memeras atau mengancam. Sebab saya tidak pernah bertemu bersangkutan srbelumnya. Says merasa di dzolimi, sebab saya diisukan memeras, karena tidak ada kesepakatan terjadi kekerasan, ini yang tidak benar,”ungkapnya.

Yantoni menambahkan, “Bagaimana bisa saya di katakan memeras atau mengancam. Sebelum kejadian, saya hendak menghadap Ainudin Salam untuk konfirmasi berita, agar berimbang. Namun tiba-tiba bersangkutan memukul saya,”pungkasnya.

Yang jelas, kats Yantoni, “Saya hanya menjalankan tugas sesuai dengan UU pers. Tujuan saya mendatangi sekretariat kantor BPKAD Tulang Bawang agar pemberitaan yang sudah diberitakan media, agar informasinya berimbang,”imbuhnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pihak Polsek Tulang Bawang Tengah (TBT), Polres Tulang Bawang menetapkan Ainudin Salam, sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Yantoni.

Atas perkara ini, diambil KUHPidana pasal 351, belum menggunakan UU pokok pers.

Penetapan tersangka oleh penyidik Polsek Tbt, usai gelar perkara di Polres Tulangbawang pada Jumat, (4/10) lalu. Penyidik juga langsung mengirimkan Surat Perintah dimulainya Penyidik (SPDP) ke Kajari Tulang Bawang.

Kanit Reskrim Polsek TBT, Ipda Benny Ariawan membenarkan penetapan tersangka kasus tersebut.

”Sekertaris BPKAD tersebut sudah kita tentukan menjadi tersangka hasil perkara hari ini. Dan surat panggilan kepada tersangka kita kirim hari ini juga,”ujarnya.

Benny menjelasakan pemeriksaan nanti akan dilakukan oleh penyidik.

“Nanti akan ada anggota saya di Polsek TBT, akan memeriksa seketaris BKAD Ainudin Salam. Hari ini, kami mau kejaksaan mengantarkan surat SPDP sekarang juga,”pungkasnya.(Tim)

LEAVE A REPLY