Keluarkan Siswa Dari Sekolah, Kepsek SMP Tak Kenal Karakter Dan Moral Anak

0
564

Tanggamus, Lampungsai.com – Dampak tindakkan penyelenggara sekolah SMP Erlangga, mengeluarkan siswanya tanpa mengenal karakter dan moral anak usia produktif, Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, terkesan tidak tegas mensikapi persoalan tersebut. Diketahui, Sekretaris Dinas Pendidikan, telah menyatakan akan mencari solusi terbaik untuk kelangsungan pendidikan anak di usia sekolah, agar tidak terjadi meningkatnya anak putus sekolah.

Ist./Budi WM

“Akan kita koodinasikan dengan Kabid Dikdas untuk mencari solusi terbaik. Jangan sampai anak tersebut (RN) putus sekolah dan menambah angka anak putus sekolah di Tanggamus. Untuk siswa RN diusahakan masuk sekolah saja,”kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Lauyutis. Jumat, 13 Maret 2020.

Sementara itu, Kabid Dikdas, Indra Prisma mengatakan, baru akan komunikasikan dengan pihak sekolah SMP Erlangga. Pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi yang ada, seperti apa informasi dari sekolah dan akan dicarikan jalan keluarnya.

Untuk diketahui, Kamis, 12 Maret 2020, RN (14) siswa Kelas VIII, dikeluarkan dari sekolah hanya karena membantah omelan guru. RN enggan berpindah sekolah dari sekolah SMP Erlangga yang jaraknya dekat dengan kediamannya di Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten setempat.

Sikap dari RN bukanlah tindakkan fatal, kenakalannya terkategori wajar dan harus dibina. Pihak SMP Erlangga dan Kepala Sekolah tak kenal karakter dan dampak moral anak usia produktif seperti RN (14).

Berdasarkan surat keterangan yang dikeluarkan pihak SMP Erlanggga, tertanggal 12 Maret 2020, RN (14) dikeluarkan dan dikembalikan kepada orang tuanya, alasan melawan semua dewan guru.

Dilain pihak, orang tuan RN, yakni  CY (34), mengakui anaknya nakal. Akan tetapi kenakalannya bukan liar tak terawasi orang tuanya. Sikap melawan dari seusianya hal yang wajar dan bukan prilaku yang fatal.

“Dampak dari ini, akan kami enggan sekolah lagi jika pindah dari SMP Erlangga. Ini sangat berdampak pada moral anak, seharusnya guru dan Kepala Sekolah SMP Erlangga lebih paham apa itu karakter dan moral anak, yang masih tergolong wajar perlu dibina lebih, bukan menambah hal yang tentu terekam buruk di benak anak seusia RN. Kami berharap dapat di tinjau ulang dan RN dapat sekolah lagi,”ungkapnya. (Budi WM)

LEAVE A REPLY