Kekayaan Khamamik Melonjak, Dari Aset Lahan Hingga Belasan Kendaraan Dan Toko

0
88
Bupati Mesuji Khamamik saat di panggil Polda Lampung./Arsip Red Lampungsai.com

Bandar Lampung, Lampungsai.com – Harta kekayaan Khamami mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2016. Saat 2011 tercatat harta kekayaan Khamami adalah Rp 14 miliar. Lalu pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp22 Miliar.

Dilansir Sinarlampung.com, edisi 27 Januari 2019. Harta Khamami yang tercatat paling banyak adalah bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang. Totalnya ada 41 bidang tanah dan bangunan yang dimiliki Khamami.

Selain itu, Khamami memiliki deretan mobil serta motor yang totalnya 19 unit. Sebanyak 13 unit merupakan mobil, seperti Toyota Camry, Honda CR-V, Mitsubishi Pajero, Ford Ranger, Toyota Fortuner, serta mobil lainnya, seperti Mitsubishi Colt. Pundi-pundi kekayaan Khamami juga berasal dari usaha lain. Tercatat Khamami memiliki usaha sarang walet dan perkebunan kelapa sawit hingga penyewaan toko sebanyak 36 titik.

Pasca Bupati Mesuji Khamami, terjari OTT KPK, lokasi usaha keluarga Khamami di Bandarjaya, Lampung Tengah, “Tutup”.

Kamis, 24 Januari 2018, lalu, Khamami diangkut KPK terkait kasus Fee proyek Rp1,28 Miliar, infrastruktur PUPR Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018.

Lokasi usaha, dikediaman Taufik Hidayat di Jalan Jatayu, Lingkungan III Bandarjaya Barat senyap tanpa aktiftas, tak satu orang pun disana. Belasan kendaraan yang biasa parkir di sana tinggal satu.

Adik kandung Bupati Mesuji itu juga ikut terkena OTT di Lampung Tengah. Selama ini Taufik yang dipercaya Khamami menjalankan bisnis dan proyek. Bahkan Toko pertanian di Jalan Merapi Pasar Bandarjaya, Terbanggibesar, juga tutup.

Bisnis ini juga diserahkan kepada Taufik. Sebelum menjadi bupati, Khamami menjalankan usaha ini dan berhasil membuat jaring politik dari bisnis tani, jual beli pupuk termasuk subsidi.

Menurut data KPK, kekayaan Khamami saat ini mencapai puluhan miliar. Saat melapor pada 19 September 2016, nilainya Rp22,4 Miliar bertambah Rp8 Miliar dari laporan 17 Juli 2011. Di luar itu masih ada 41 lahan bernilai Rp10,3 Miliar, belasan kendaraan berharga Rp2,5 Miliar.

Dalam bidang usaha, asetnya terus membengkak. Khusus kebun singkong dan usaha burung wallet, naik dari1,4 miliar pada Tahun 2011 menjadi Rp10,3 miliar pada Tahun 2016. Jumlahnya masih memungkinkan membengkak, jika KPK menelusuri hartanya. (Ersyan/Jn/Red)

LEAVE A REPLY