Kampung Sawah Banjir, Warga Kritiki Pemkot Metro Jangan Hanya Sekedar Meninjau

0
700

Kota Metro, Lampungsai.com – Hujan Deras sejak pukul 14.34 WIB hingga pukul 16.36 WIB, Minggu, 26 Januari 2020, irigasi komplek Kampung Sawah Baru, LK 08, RT 36 RW 13, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecematan Metro Pusat, meluap dan genangi jalan serta areal sawah.

Titik Banjir tersebar dibeberapa diwilayah tersebut dan menjadi langganan banjir, bahkan air masuk ke pemukiman warga.

Ali warga sekitar mengatakan, daerah ini sudah jadi langganan banjir dari setiap tahun kala musim hujan. Kondisi sama juga terjadi dibeberapa titik pemukiman warga di Kelurahan Hadimulyo Barat ini. Termasuk di beberapa Kelurahan lain di Kota Metro.

Bencana Banjir ini, bukan lagi hal baru, tentunya sudah sejak lama, lewat program kebijakan Pemerintah Kota Metro itu, dapat menanggulanginya, selain dari pola masyarakatnya menjaga lingkungan.

“Setiap kali kondisi banjir, Pemerintah selalu saja melakukan peninjauan, beri bantuan dan lainnya. Mentok memberi himbauan, lalu himbauan waspada penyakit musiman kala penghujan, seperti DBD dan lainnya. Seharusnya bukan melulu begitu, harus ada action dalam menanggulanginya,”kata Ali.

Terlebih di era kepemimpinan Kota Metro saat ini, dikatakan Ali, hanya tinjau – tinjau, sampai soal proyek juga di tinjau. Seyogyanya Pemerintah Kota Metro saat ini, dengan cepat memanuver, terlebih telah mengenal kondisi geografis wilayahnya.

Program pembangunan infrastruktur fisik banyak dipusatkan dengan pembangunan dan sanitasi irigasi, anak sungai dan lainnya. Memang banjir tidak begitu parah seperti wilayah lain, tetapi harus di antisipasi juga sebelum terjadi Bah yang parah dan penyebaran virus penyakit.

“Ini yang harusnya di pikirkan Pemerintah Kota Metro. Bukan memikirkan bangun sana – sini, lalai dengan hal yang jelas terjadi. Kondisi alam tidak bisa diprediksi,”ujarnya.

“Semua dapat terealisasi dengan cepat secara bertahap, tinggal bagaimana Pemerintah saling berkoordinasi menetapkan satu program prioritas untuk penanggulangan bencana, bukan memperbanyak pembangunan atau proyek. Artinya, pihak Pemerintah harus progresif dalam hal ini, setidaknya benar – benar efektif menanganinya sebelum terjadi bencana banjir yang para,”imbuh Ali.

Masih kata Ali, jika memang semua yang ada, dipersoalkan adalah budget atau anggaran. Maka tiap OPD dapat di bebankan dalam anggarannya untuk membangun sesuai ranahnya, misal Dinas PU dibebankan anggarannya membangun Drainase baru dengan pemetaan yang baik serta melakukan sanitasi irigasi dan sungai.

“Semua dapat dilaksanakan, tinggal bagaimana Pemerintah setempat menanggapinya dengan positif dan bergerak progresif,”pungkasnya.
(*)

LEAVE A REPLY