Kampung Liman Benawi Trimurjo Adalah Desa Binaan Kagama Lampung

0
90

Lampung Tengah, Lampungsai.com – Ketua kagama Lampung, dr.Soeradi Soedjarwo.Sp.S hadir ke Desa Binaan Kagama Lampung. Kamis, 14 Februari 2019.

Diketahui bahwa Kagama Lampung merupakan wadah silaturahmi anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada yang berada di Provinsi Lampung. Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah sendiri adalah salah satu Kampung atau Desa Kagama.

Ketua Kagama Lampung, dr.Soeradi mengatakan, salah satu program Kagama Lampung melalui Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan untuk membantu pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan-pelatihan keterampilan, menjadi mediasi dan atau mengusahakan perolehan dana bantuan atau fasilitas pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi dari berbagai sumber.

“Pendampingan masyarakat juga dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu masyarakat untuk memperoleh pemerataan pendapatan dan pelayanan sosial, memberikan pelatihan kader-kader pelayanan publik kepada masyarakat, dan melakukan penelitian dan kajian mengenai isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat,”katanya.

Diketahui juga, hasil pertemuan antara pengurus Kagama Lampung dengan masyarakat kampung Liman Benawi dan Pokdarwis Bina Pertani Kampung Liman Benawi, di susun beberapa agenda yakni penerimaan kunjungan dari Kelompok Tani Kabupaten Pringsewu sekaligus dikemas dalam Film Dokumenter Kampung Wisata Liman Benawi bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Tengah.

Kagama Lampung sendiri merencanakan pendampingan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa selama 3 tahun 2019-2021. Isyanto selaku Ketua Program Desa Binaan Kagama Lampung mengharapkan agar ke depan Kampung Liman Benawi dapat berkembang menjadi pusat penjualan dan pusat informasi produk pertanian dan kuliner sehingga meningkatkan hasil penjualan masyarakat dengan harga yang lebih murah.

  1. Soeradi Soedjarwo, melanjutkan, garis besar kegiatan Kagama Lampung di Kampung Liman Benawi dalam 3 tahun kedepan yang meliputi: Survei potensi kampung; Rembug guyub; Pelatihan dan penyuluhan; Penguatan Kelompok Sadar Wisata dan Kelompok Wanita Tani Bina Pertani; Studi/kunjungan desa; Uji coba; dan Pendampingan lainnya.

Survei potensi desa dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, potensi kelembagaan. Informasi bentang alam, sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan diperlukan untuk mendukung pengembangan program tematik pengembangan desa. Selain itu diharapkan dari survei dapat diketahui kendala dan masalah yang dihadapi masyarakat dalam berkegiatan membangun desa dan ekonomi.

Masih menurutnya, survei potensi direncanakan akan dilakukan secara rutin setiap periode waktu tertentu (triwulan), untuk ekplorasi potensi yang dapat dikembangkan tanpa harus membangun yang baru. Survei periode pertama dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi potensi desa. Survei selanjutnya dilakukan untuk melakukan penajaman dan penguatan potensi yang dipilih untuk program pemberdayaan selanjutnya.

Potensi Sumber daya alam yang ada saat ini dan yang akan dikembangkan diantaranya terdiri dari tanaman sayuran: pokcay, sawi malaysia, sawi pahit, kucai, kembang kol, cabe, terong, tomat, kangkung, sledri dan loncang. Tanaman hias: bunga sutera bombay, bunga kertas, bunga cosmos, bunga episcia, dan bunga tembelekan. Tanaman bumbu dapur, kunyit, jahe, kencur, temulawak, kunci dan kunyit putih. tanaman buah ; mangga dan kelengkeng.

Kemudian, penguatan Pokdarwis Bina Petani akan dilakukan dengan pelatihan dan penyuluhan termasuk penguatan kelembagaan. Studi Kunjungan desa dilaksanakan ke desa yang telah berhasil melaksanakan program pemberdayaan untuk menjadi acuan dan pembelajaran dalam penyusunan program kegiatan dan fokus di Kampung Liman Benawi.

“Uji Coba dilakukan dengan mendatangkan tamu wisatawan/pengunjung untuk menikmati potensi Kampung Liman Benawi. Pendampingan akan dilaksanakan secara terus menerus oleh tim Kagama Lampung baik secara langsung maupun tidak langsung,”jelas Soeradi.(Adv)

LEAVE A REPLY