Kadisos Tanggamus Tanggapi Soal Dugaan Penyelewengan Bansos

0
335

Tanggamus, Lampungsai.com – Menyikapi dugaan penyelewengan Program Pemerintah bantuan sosial e-warung yang terjadi di Pekon Banjar Sari Kecamatan Talang Padang. Zulfadli, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus menanggapi Dugaan Tersebut. Senin, 02 Maret 2020.

“Sebelumnya saya sudah baca berita. Dan itu sudah dijawab  oleh yang bersangkutan. Kemarin sudah saya telphon SDM Pendampingnya dan saya tegur yang bersangkutan, seharusnya KPM (Keluarga Penerima Manfaat) jangan dulu ambil struknya sebelum dia mengambil barangnya,”ujar Zulfadli diruangannya.

Zulfadli tak membenarkan jika ada pendamping memberikan struk sebelum barangnya di ambil oleh penerima.
“Itu tidak di benarkan, karna penerima harus mengambil barang baru struknya,”paparnya.

Menurut Zulfadli,mekanisme yang sebenarnya ialah, pertama, harus seorang pemilik KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) itu di beritahu oleh Tikor Kecamatan dan uangnya harus di transfer terlebih dahulu oleh bank, KKS akan di cek terlebih dahulu bahwa saldonya ada, jika saldonya sudah ada, dia boleh ambil barang yang di butuhkan dan ada 4 Item yang harus terpenuhi yaitu, 1. karbohidrat/beras, 2. protein hewani/telur,ikan,ayam, 3. protein nabati/kacang, tempe 4. Unsur mineral atau vitamin/sayur mayur, buah-buahan. Untuk masalah harga, pastinya akan berbeda di setiap daerah.

Terkait adanya kemasan E-warung pastinya itu diukur seperti beras 6 atau 7 Kg, dan itu upaya untuk mempertimbangkan adanya E-warung, sebab jarang ada E-warung yang mau mengerjakannya.

“Saya minta jangan dipastikan semua beras harus bagus, karena ada juga yang ingin berasnya lebih murah agar lebih banyak, kalau di ukur beras medium 10 Kg, dia bisa mendapatkan 12 sampai 15 Kg, karna kita tidak ada paketing. Harapan saya, setiap bulan bisa berubah,”katanya.

Adanya Pendamping yang sekaligus memiliki  E-warong, Zulfadli belum bisa memberikan keterangan tersebut.
“Untuk masalah itu, saya belum mengetahui, yang berhak menjawab hal itu sebenarnya Bank Himbara untuk menjawabnya, karna itu bukan ranah Dinas Sosial,”jelas Zulfadli.

Melansir pemberitaan sebelumnya Nurlela salah satu penerima bantuan sosial di pekon banjar sari menyampaikan keluhannya di Sekretariat Pekon setempat (26/2) , Rabu (27/2/2020).

“Struk bantuan dari pendamping pak Indrawan yang di percaya sebagai e-warong di pekon banjar sari, namun setelah saya tanyakan bantuannya mana, Pak Indrawan bilang kehabisan stok beras dan akan di keluarkan pada Maret 2020”, ujarnya.

Dalam hal ini, Indrawan selalu pendamping menyanggah adanya statemen Nurlela, (1/3/20). Dirinya menyatakan bahwa pernyataan nurlela dalam pemberitaan tersebut tidak benar dan mengada ada,yang ssungguhnya adalah dirinya menyampaikan “ibu mohon bersabar ya berasnya untuk saat ini belum ada & dalam proses mendatangkannya” tak lama dari dikeluarkannya struk tersebut,alhamdulillah bantuan berasnya pun sudah diterima dengan baik oleh ibu nurlela,jelasnya

Namun saat salah satu media mengkonfirmasi terkait beredarnya rekaman video pernyataan nurlela,indrawan menampiknya dengan mengatakan mohon maaf bang di dalam video ini terdapat statemen yang tidak sesuai fakta dan terkesan dilebih lebihkan,ujarnya

Lanjutnya, ia yang tidak percaya akan hal tersebut langsung mencoba menghubungi pihak bank Mandiri yang mengatakan dana sudah masuk ke rekening pemilik warong tersebut. (AJO Indonesia)

LEAVE A REPLY