JNE Lampung Gelar Webinar Virtual Dorong Inovasi Digital UKM

0
1619
Bandar Lampung, Lampungsai.com – Ditengah pandemi Covid – 19, JNE Lampung berkomitmen dorong Inovasi dan Digitalisasi UMK dengan menggelar Webinar  Goll Aborasi Bisnis Online Kota Lampung secara virtual. Kamis, 17 Juni 2021.
Pandemi Covid-19, Pengaruh cukup besar terhadap aspek kehidupan, tak terkecuali Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Diketahui, UKM memiliki peran penting dalam mempertahankan perekonomian bangsa. UKM juga menyerap 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja dan menyumbang sebesar 60,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Berkenaan ini, Digitalisasi dinilai penting dalam upaya mendorong UKM naik kelas. Berkaca dari tren selama
pandemi dimana ekonomi digital tumbuh positif 38% dan 93% pengguna internet masih tetap akan memanfaatkan digital pasca pandemi.
Mendukung sektor UKM untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran Webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Lampung.
Melalui Webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Kota Lampung dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.
Regional Head of south Sumatera, Gery Oktavianus Wiharto saat membuka acara webinar tersebut menyampaikan,  keseriusan JNE dalam mengembangkan potensi UKM di Indonesia,
“JNE ingin memberi solusi untuk ikut mengembangkan bisnis UKM di Indonesia. JNE sangat serius turut serta dalam mengembangkan bisnis di setiap regionalnya. Terbukti JNE telah mengembangkan lebih banyak regional dan cabang di seluruh pelosok Indonesia,”katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang JNE Lampung, Ahmad Junaidi menyampaikan, JNE Lampung melakukan banyak kegiatan sosial seperti donasi tetap ke berbagai yayasan dan ikut membantu dalam pembangunan rumah ibadah. JNE Lampung juga siap memfasilitasi pihak-pihak pelaku UKM. Terlebih pihak JNE kerpa melakukan training yang bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan digitalisasi UKM di kota lampung.
Perwakilan UKM yang hadir dalam Webinar tersebut, sekaligus sebagai pembicara, Owner Nabila Fashion of Sulam Usus, Nabila Zahara mengungkapkan, sudah menjadi sebuah pekerjaan rumah baginya mengenalkan produk ciri khas Lampung
yaitu sulam usus secara nasional dan global.
Dari awal pihak sudah berkomitmen untuk meningkat kerajinan khas Lampung yaitu sulam usus, yang membedakan Nabila Fashion daripada kompetitor yaitu Nabila Fashion menggunakan bahan ceruti dan terus berkembang mengikut tren fesyen terkini.
“Pandemi memiliki dampat sangat besar pada jumlah omset Nabila Fashion, namun hal tersebut memiliki dampak positif juga yaitu Nabila Fashion berbenah diri untuk semakin memperhatikan konten website dan sosial media, kami agar lebih menarik dan jangkauan nya semakin luas,”ungkapnya.
Sementara itu, Heri Andrian selaku Founder Damarian, Owner Puttei Banana Chips dan Owner Magnarokka Coffee mengatakan, workshop digital yang diadakan oleh JNE Lampung sangat membantu bisnisnya dan teman-teman UKM untuk mengembangkan pengetahuan di dunia digital,
karena digitalisasi marketing menjadi senjata jitu yang harus diterapkan pelaku bisnis di masa
pandemi.
Karena digitalisasi marketing dalam waktu 6 bulan Puttei Banana Chips sebagai bisnis baru sudah berhasil menjual 10.000 produk, Puttei Banana Chips bertujuan menjadi market leader
keripik pisang di Kota Lampung.
“Untuk mencapai hal tersebut dalam melakukan kegiatan penjualan, kami menggunakan aplikasi. Jadi kami memiliki data penjualan yang nantinya data tersebut akan kami gunakan untuk mengatur strategi marketing bisnis kami. JNE juga ikut berpastisipasi dalam
membantu memberikan pelatihan skill dan knowledge untuk mengembangkan aktifitas digitalisasi di bisnis kami dan UKM lainnya,”pungkasnya.
Untuk diketahui, Webinar JNE Ngajak Online 2021 Goll Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Lampung kali ini, merupakan Kota ke-28 yang menjadi sasaran
dalam pemberdayaan UKM oleh JNE. Setelah Kota Lampung, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Jakarta pada 22 Juni 2021. Webinar online kali ini merupakan roadshow di 60 Kota di seluruh Indonesia dan dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate. (Rilis)

LEAVE A REPLY