Jika Ada Pelanggaran DAS Wali Kota Wahdi Minta Warga Lapor Ke DPRD Sebagai Wakil Masyarakat

0
3756

Kota Metro, Lampungsai.com – Bangunan Taman Edukasi, Jl. Gunung Lawu – Jl Brokoli, Kelurahan Yosorejo, Metro Timur, Kota Metro, diduga langgar aturan Daerah Aliran Sungai (DAS) Perkotaan, menyebabkan menyempit dan dangkalnya DAS, berdampak banjir menjadi langganan warga sekitar DAS, kala musim penghujan sejak 2018 hingga kini. Kamis, 06 Mei 2021.

Belum ada tindakan tegas dari Pemerintah setempat dan bentuk perhatian tanggungjawab dari pengelola Taman Edukasi kepada warga terdampak banjir. Wali Kota Metro, Wahdi himbau warga lapor ke DPRD terkait adanya pelanggaran soal banjir dan lainnya.

Dampak banjir dengan ketinggian air sepinggul orang dewasa terjadi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini.

Sur warga sekitar DAS, kepada tim media menceritakan bahwa, sejak dibangunnya Taman Edukasi tersebut, sekitar tahun 2018 lalu, sepanjang DAS yang membentang sekitaran pemukiman warga tepatnya di belakang dan samping rumah warga, menyempit dan mengalami pendakalan. Sejak itu, banjir kerap terjadi, terakhir banjir terjadi 3 kali dalam 1 tahun kemarin.

“Sejak 3 tahun terakhir ini, kita (warga) sering kali direpotkan oleh banjir. Bahkan pernah di dalam 1 tahunnya beberapa kali terjadi banjir, sehingga banyak perabotan rumah yang rusak,”ungkap Sur. Rabu, 28 April 2021 lalu.

Warga lain yang berdekatan dengan DAS tersebut juga mengatakan hal serupa. Didi (Warga) mengungkapkan, sudah 3 Tahun terakhir ini dirinya dan warga sekitar, khususnya warga yang kediamannya berdekatan dengan DAS, terkena dampak banjit dengan ketinggian air sepinggul dan bahkan pernah mencapai sebatas leher orang dewasa, apa lagi dengan rumah warga yang daratannya lebih rendah dari DAS.

“Mewakili warga terdampak banjir, akibat bangunan Taman Edukasi itu, saya¬† berharap Pemerintah Kota Metro dengan kepemimpinan saat ini dapat turun dan memeriksa kondisi DAS, dan diharap dapat ada solusi terbaik, agar banjir bisa teratasi dan tidak terulang lagi,”ungkapnya.

Terkait ini pihak pengelola Taman Edukasi belum dapat di konfirmasikan.

Sementara itu diwaktu terpisah, Wali Kota Metro, Wahdi saat di wawancarai mengatakan, sebagaimana keluhan warga soal banjir dan hasil sementara tinjauan beberapa titik drainase dan lainnya, dilapangan belum ada hal yang dikatakan pelanggaran soal aliran sungai, drainase atau lainnya.

“Sementara ini belum ada pelanggaran yang di temukan. Sebab selama ini, saya tidak pernah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya pelanggaran yang terjadi di Kota Metro. Masyarakat harusnya lapor ke DPRD atau stakeholder saja, kan ada DPRD yang mewakili masyarakat, selesai itu. (Tim)

LEAVE A REPLY