Jelang Musim Pilkada Kota Metro, Fran Diwakili Ayahanda Lukman Hakim, Kembalikan Berkas Ke DPD PAN

0
68
Wakili Fran, Lukman Hakim (Baju Batik) kembalikan berkas ke panitia penjaringan kandidat pilkada DPD PAN Kota Metro./*

Kota Metro, Lampungsai.com – Bakal calon kontestan Pilkada Kota Metro 2020 mendatang, DR. Fritz Akhmad Nuzir (Fran) diwakili sang ayah Hi.Lukman Hakim (Mantan Wali Kota Metro 2 Periode), kembalikan berkas penjaringan  Balonkada di DPD PAN Kota Metro. Pengembalian berkas berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB dan diterima langsung oleh Panitia penjariang PAN setempat. Minggu, 05 Oktober 2019.

Untuk diketahui, DPD PAN Kota Metro membuka penjaringan pemilihan kepala daerah Kota metro, periode tahun 2020/2025, dimulai sejak beberapa minggu lalu. Jangka waktu pengembalian berkas di  buka sejak 01 Oktober sampai dengan 05 Oktober 2019. Dari ini sudah empat orang Bakal calon yang telah mengembalikan berkas penjaringan, disusul DR.Fritz Akhmad Nuzir  diwakili Hi.Lukman Hakim.

Usai pengembalian berkas, Lukman Hakim menyampaikan, mewakili Fritz (Fran) mendaftar mengikuti Pilkada Kota Metro bersama PAN, tentunya semua sesuai keputusan dari DPP PAN dan sesuai prosedur aturan partai terkait.

“Saya yakin banyak yang mendatar di PAN, tapi saya juga yakin PAN akan memilah dan memilih orang yang terbaik untuk menjadi kandidat kedepan.Kota Metro kota yang spesifik, Kota yang kecil dengan masyarakatnya yang mengarah pada SDM yang baik dan cerdas. Bersama PAN, DR. fritz akan maju membawa suatu yang baru untuk Kota Metro ini,”katanya.

Lukman Hakim menjelaskan, majunya Fritz nantinya berpasangan dengan siapa pun, jadi Calon Wali Kota atau Calon Wakil Wali Kota yang pastinya bersama – sama dapat membangun sebuah Kota yang lebih baik, terlebih ditengah kondisi global saat ini.

Maka, masyarakat juga harus mampu memilih pasangan pemimpin daerahnya yang cerdas, memahami kebutuhan-kebutuhan Kota dan kebutuhan masyarakat. Selama memimpin, mampu memberikan yang terbaik untuk Kota Metro.

“Sekarang dalam kompetisi Kota-Kota di Indonesia, sudah cukup ketat. Kota Metro sendiri sudah ketinggalan dari Kota-Kota lain, Maka perlu pemimpin yang cerdas dan ikhlas untuk membangun Kota Metro lebih maju,”ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY