Inovasi Peternakan, LIPI dan Pemprov NTB Raih Rekor MURI

0
197

Jakarta, Lampungsai.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama rakyat peternak asal Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil memecahkan tiga rekor nasional dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penganugerahan piagam penghargaan dari MURI di bidang peternakan ini ketiganya diteken langsung Ketum MURI Jaya Suprana tertanggal 5 November 2019, diterima oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Selasa, 5/11/2019 (Lalu).

Dua piagam untuk LIPI nomor 9276/R.MURI/X/2019 atas rekor Rekording Sapi Terbanyak oleh Peternak Menggunakan Aplikasi Berbasis Android. Dan, 9277/R.MURI/X/2019 atas rekor Inseminasi Buatan dengan Teknologi Sperma Sexing Jantan Pertama kepada Sapi Bali Berkriteria SNI.

Dan untuk Pemprov NTB, bernomor 9278/R.MURI/X/2019 tertanggal sama atas rekor Produksi Pakan Silase Menggunakan Inokulum Lactobacillus plantarum oleh Peternak Terbanyak.

LIPI sendiri, dalam rilisnya Rabu (6/11/2019) mengklaim bahwa lima tahun kiprahnya di NTB melalui pengampuan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI berhasil mengembangkan potensi luar biasa besar perekonomian rakyat setempat di bidang peternakan.

Dalam operasionalisasinya melalui klaster peternakan sejak 2015, Puslit Bioteknologi LIPI mengembangkan potensi itu melalui Tekno Park Banyumulek, NTB. Dilanjut tiga tahun kemudian, diperkuat pula oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada 2018.

Alumnus S1 IPB 1985 ini menjelaskan, lima tahun berkiprah di NTB, pihaknya telah melaksanakan alih teknologi kepada petugas lapang, pemerintah daerah, juga peternak. “Target untuk membentuk UKM juga telah terwujud yaitu di Sentra Peternakan Rakyat Ridho Ilahi di Lombok Timur dan Ngiring Datu di Lombok Utara,” jelasnya.

Sentra Peternakan Rakyat Ridho Ilahi, imbuh dia, telah berhasil mengaplikasikan teknologi pakan konsentrat. Sedang Sentra Peternakan Rakyat Ngiring Datu, selain memproduksi senada, juga sukses memproduksi silase.

“UKM olahan cokelat telah berkembang dari kelompok tani yang hanya menghasilkan kakao dan biji fermentasi menjadi kampung cokelat Senara yang mampu mengolah biji mentah menjadi bahan olahan coklat jadi,” lulusan S-3 University of Bath, Inggris (1991) ini menambahkan.

Upaya LIPI memberikan pendampingan dan pelatihan pada para peternak, telah mampu memecahkan tiga rekor MURI. Penjelasan Enny soal ini pun mengungkap fakta unik.

Rekor kedua pun benar adanya, diberikan atas raihan Inseminasi Buatan dengan Teknologi Sperma Sexing Jantan Pertama kepada Sapi Bali Berkriteria SNI, terhadap total 2019 ekor sapi dengan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI).

Yang terakhir, rekor Produksi Pakan Silase Menggunakan Inokulum Lactobacillus plantarum oleh Peternak Terbanyak, dengan volume produksi sebanyak 2019 kilogram oleh 120 orang peternak.

Sementara, dalam kesempatan yang sama Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah SE MSc berharap agar NTB tak hanya mengekspor bahan baku mentah, tetapi juga barang jadi.

“Kami berharap STIP (Science Technology Industry Park) Banyumulek di bawah bimbingan LIPI mampu menjelma menjadi pusat edukasi, melahirkan industrialisasi dan menciptakan potensi ekonomi untuk kemajuan NTB,”pungkasnya.(Rilis/Muzzamil/Red)

LEAVE A REPLY