Indonesia Miliki 2.070 Star-Up Hingga Februari 2019

0
26
Ilustrasi./Red

Jakarta, Lampungsai.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengungkap data fantantis jumlah perusahaan rintisan (start-up) Tanah Air yang per Februari 2019 telah mencapai 2.070 start-up!

Dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor, on-demand services, financial technology (fintech) atau teknologi finansial (tekfin), dan e-commerce (e-dagang), angka itu mendorong BKPM merespons cepat, berderap inisiatif.

Sebanyak 250 start-up diundang hadir pada gelaran Regional Investment Forum (RIF) 2019, di Nusantara Hall 1 – ICE BSD City, Tangerang, Banten, Senin, 11 Maret 2019 lalu, yang rutin digelar guna mewujudkan visi menjadikan Indonesia kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020.

Kehadiran start-up bikin konsep gelaran RIF 2019 sebagai ajang promosi investasi tahunan, beda nuansa. Tilik saja temanya, “Indonesia’s Digital Drive: Utilizing Digital Technology in Developing Regional and Tourism Investment Opportunities”.

Usut punya usut, tema ini BKPM usung 
sesuai dengan perkembangan industri digital yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir. Konsep RIF 2019 kontan dirubah demi merespons cepat perkembangan industri start-up, terutama BKPM sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi pelayanan dan pelaksanaan penanaman modal.

“Oleh karena itu, RIF tahun ini memang diharapkan menjadi meeting point bagi para investor, pelaku bisnis start-up, pemerintah daerah dan stakeholders terkait, sehingga perkembangan industri ini berdampak maksimal bagi investasi Indonesia,” ungkap Thomas, dalam rilisnya Senin lalu.

“Tujuan RIF mempromosikan peluang investasi Indonesia khususnya bidang ekonomi digital dan pariwisata. Jadi kami fokus buka jalur komunikasi pemda, calon investor, dan start-up di bidang itu. Harapannya, investasinya juga bisa naik signifikan,” imbuh Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani.

Apa agenda dan siapa saja yang hadir? Seminar dihadiri oleh 800 peserta asal pemerintah pusat, pemda, kedutaan asing, asosiasi dunia usaha, dan calon investor. Lalu digital start-up pitching, dan klinik konsultasi usaha (business clinic) oleh BKPM, BI Fintech Office, OJK, Kemenpar, Kemkominfo, perbankan dan law firm.

Khusus one-on-one meeting, ada 148 pertemuan melibatkan 64 start-up dan 45 investor dijurus BKPM, terklaster antara calon investor dan start-up, pemda dan calon investor, start-up dan calon investor.(Muzzamil/Rilis/Red)

LEAVE A REPLY