IMM Metro Gelar Dialog Interaktif “Swasembada Pangan” Kota Metro

0
840
Kabid Ketahanan Pangan Heri W (Tengah) saat pemaparan seputar ketahanan pangan, dalam dialog interaktif yang di gelar IMM Metro. Hadir Dosen Fakultas Ekonomi UMM Nedi Hendri./Red

Metro, Lampungsai.com  – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Metro menggelar dialog ketahanan pangan bertema “Optimalisasi Ketahanan Pangan Dalam Menyongsong Swasembada Pangan di Kota Metro” di Gedung E UMM, Kamis 30 November 2017.

Hadri pada kesempatan itu, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Heri Wiratno, Dosen Fakultas Ekonomi UMM Nedi Hendri (narasumber).

Dipaparkan Nedi Hendri, swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan  bahan makanan, tanpa perlu mendatangkan dari pihak luar. Kedaulatan pangan dicerminkan pada kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri.

Ketahanan pangan juga kemampuan mencukupi dari produksi dalam negeri, pengaturan kebijakan pangan yang dirumuskan dan ditentukan oleh bangsa sendiri. Selain itu, mampu melindungi, mensejahterakan pelaku utama pangan yakni petani dan nelayan.

“Kedaulatan pangan, hakekatnya menjadikan petani penghasil pangan. Kondisi ini bisa di wujudkan dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi petani. Jadi kesejahteraan petani adalah kunci tercapainya swasembada pangan,”katanya.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan Heri Wiratno menyampaikan, bahwa Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari teredianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya yang aman, beragam bergizi, merata dan terjangkau.

Adapun misi, tujuan dan sasaran kebijakan Kota Metro, meningkatkan kesejahteraan rakyat berbasis ekonomi kerakyatan melalui sektor perdagangan, jasa pertanian dan pariwisata, dalam rangka penanggulangan kemiskinan.  Kemudian, yakni pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal serta peningkatan daya saing perekonomian lokal dan ketahanan pangan.

Dijelaskan Heri Wiratno, ketersediaan Pangan di Kota Metro sampai dengan November  2017, Padi (Gabah Kering) Panen/GKP dengan Produksi 26.603 ton dan Ketersediaan 25.049 ton, Beras dengan Produksi 15.831 ton, Ketersediaan 15.408 ton.

Kemudian Jagung dengan Produksi  4.513 ton dan Ketersediaan  4.017 ton, Kedelai dengan Produksi  304 ton dan Ketersediaan 288 ton, serta Bawang Merah dengan Produksi  132 ton dan Ketersediaan 120 ton.

Ketua IMM Metro Harbi Gameli Putra, dalam kesempatan itu mengajak rekan-rekan mahasiswa yang hadir, untuk bersama-sama menjawab persoalan yang ada di masyarakat sesuai dengan kompetensi dan penguasaan masing-masing disiplin ilmunya. Dengan dialog ini diharapkan akan dapat memberikan refleksi secara luas dampak Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan di Kota Metro. (Rls/Red)

LEAVE A REPLY