Hubungan Cinta Berujung Penahanan Damai Rp.12 Juta Diduga Rekayasa Modus Pemerasan

0
3404
Ilustrasi/Istimewa
Lampungsai.com, Tanggamus – Sudah damai dan memberikan uang damai total Rp.12 Juta, pihak Polsek Talang Padang tahan YI (16) status pelajar SMA warga Sinar Semendo, Kecamatan Talang Padang tanpa surat penahanan dikeluarkan terlebih dahulu. Surat perdamaian bermaterai dengan uang damai terbagi, Rp.7 Juta untuk orang tua SF, Rp.5 Juta untuk Polsek yang diterima oknum Polsek Talang Padang.
Ilustrasi/Istimewa
Ayah YI, Kurdianto menceritakan, kejadian berawal dari urusan cinta antara YI (16) pelajar SMA dengan SF (15) pelajar SMP, berujung penganiayaan. Keduanya menjalin hubungan cinta dan kerap berkomunikasi via WhatsAps.
Hubungan mereka di ketahui orang tua SF dan saudara keluarga SF. YI (16) di undang keluarga SF, untuk datang ke rumah.
YI (16) penuhi undangan keluarga sang kekasih SF (15). Namun, sesampai di rumah SF, YI di aniaya oleha keluarga SF, hingga YI sempat pingsan. Saat itu juga, YI dibawa keluarga SF ke Polsek Talang Padang.
“Selama 3 hari , YI di tahan pihak Polsek Talang Padang tanpa surat penahanan dan surat pemberitahuan dari pihak Polsek setempat. Sekitar tanggal 12 Juni 2020 lalu, sempat terjadi perdamaian antara keluarga SF dan orang tua YI (16) dengan bukti surat perjanjian damai bermaterai di Mapolsek Talang Padang dan diketahui Kepala Pekon setempat,”.
Dalam perdamaian itu, orang tua YI (16) diminta uang perdamaian sebesar Rp.12 Juta. Uang itu dibagi untuk orang tua SF sebesar Rp.7 Juta dan pihak Polsek Talang Padang dan diterima oknum Polsek setempat inisial JP sebesar Rp.5 Juta.
“Sejak dari ini, YI dan SF putus hubungan pacar lebih kurang selama 1 tahun,”ceritanya.
Keduanya hanya berkomunikasi via WA.
Pada tanggal 7 Mei 2021 kemarin,  YI ditangkap pihak orang tua SF bersama kerabatnya di sebuah Rumah Makan depan Hotel Pelangi, Kota Agung.
YI diperlakukan kerabat SF layaknya tersangka pidana dengan tangan terikat di belakang dan di sunduti rokok yang kemudian di bawa ke Polsek Talang Padang.
Diketahui keluarga dari SF yang menganiaya YI dan membawanya ke Polsek Talang Padang bernama Abdul Husen dan kawan-kawannya Warga Pekon Talang Padang, Dusun Sukamandi 2.
Kurdianto membeberkan bahwa kejadian kedua kalinya YI di tangkap dan dianiaya ini, berawal dari keributan SF anak saudara  Abdul Husen yang bertengkar dengan Neneknya. Seketika itu SF menghubungi YI untuk curhat.
Saat itu, SF tidak mau pulang kerumahnya, lalu YI menitipkan SF di kediaman saudara Ale di Pekon Negri Agung.
Dua hari kemudian, SF  mengajak YI pergi ke Taman Kota, Kecamatan Kota Agung, untuk membuang kejenuhan. Saat mereka sedang makan di Rumah Makan Masakan Padang, depan Hotel Pelangi, keluarga SF datang.
“Kami menduga ini sengaja di setting atau modus untuk memeras keluarganya (YI). Cara memperlakukan dan menganiaya YI  yang di lakukan oleh keluarga SF jelas pidana dan menyalahi UU Perlindungan Anak,”ungkap ayah YI. (Tim/Red)

LEAVE A REPLY