HPN dan HUT PWI ke71, Jadikan Wahana Bebenah Insan Pers Dan Media

0
268
Juniardi JT.Sip.MH (Arsip)

Bandarlampung, Lampungsai.com – Jadikan Moment Hari Pers Nasional 2017 dan HUT ke-71 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai wahana tepat untuk introfeksi diri bagi insan dan lembaga pers.

“bagi insan pers, saatnya kita merenung, sedang apa saat ini dan akan menghadapi situasi apa kedepan. Tantangan media akan semakin berat, karena peran media dianggap strategis sehingga semakin banyak godaan keperpihakan secara politis, serta semakin berat secara bisnis,” kata Wakil Ketua bidang pembelaan wartawan Juniardi mewakili Ketua PWI provinsi lampung Supriyadi Alfian, Kamis 09 Fberuari 2017.

Menurut mantan Ketua KI Lampung itu, kualitas wartawan saat ini terus dituntut seiring dengan semakin cerdasnya pembaca, dan perkembangan jaman, apalagi persaingan media cukup ketat, diera digital dan transparansi. Data dewan pers, grafik pertumbuhan media, terutama media online, sangat luar biasa. Karena itu, wartawan juga perlu berbenah memperbaiki kualitasnya.

Saat ini sudah ada uji kompetensi wartawan (UKW). Wartawan yang lulus UKW akan mendapatkan sertifikat kompeten dari dewan pers. Selain itu, sekarang ini wartawan secara tidak langsung, bersaing dengan masyarakat yang memiliki media sosial. Melalui jejaring sosial, masyarakat juga bisa menampilkan berita dan foto, yang kuat dan akurat, untuk juga melawan hoax.

“Perkembangan teknologi ini mendongkrak cepat perkembangan media sosial. Masyarakat menjadi mudah mengakses bahkan meng-up load sendiri berita dan foto secara cepat. Ini peluang sekaligus tantangan bagi insan pers,”ujarnya.

Juniardi menambahkan, dengan menjamurnya media, para pemasang iklan menjadi punya banyak pilihan untuk memasarkan brandnya. Industri media mau tidak mau harus berlomba untuk memikat pengiklan. Persaingan bisnis di dunia media ini kadang menjadi di perumit dengan bonus yang ditawarkan pemilik media. Terpenting adalah, yang harus terus diperhatikan adanya kesejahteraan wartawan yang kerap terabaikan oleh pembisnis media. Dengan kondisi tersebut, maka menjadi sangat penting melihat posisi insan pers di tengah situasi yang disebutnya rentan.

“Posisi insan pers sangat ditentukan oleh dirinya sendiri yakni antara idealisme dengan perusahaan bisnis. Ini memang tantangan bagi insan pers, termasuk rapa pembisnis media harus nyata memberikan hak kepada wartawan bukan sekedar syarat formalitas semata, sebab ini salah satu faktor kerap terjadinya tindak pidana (Pemerasan) di kalangan wartawan. Mari bebenah, Dirgahayu Pers Indonesia,ā€¯ungkapnya. (Red)

LEAVE A REPLY