Hampir Setahun Penyelidikan Dugaan Korupsi Tak Jelas, Kasat Reskrim Masih Bungkam Informasi

0
964

Kota Metro, Lampungsai.com – Sejak berganti Kasat Reskrim, AKP T. Maradona yang berpindah tugas di Mapolres Lampung Selatan, dengan AKP Gigih Andri Putranto, perkara penyelidikan Proyek Gedung Disporapar diduga bermasalah dan dugaan korupsi proyek Flyfox Sumbersari Metro Selatan, yang ditangani tim Tipikor Polresta Metro lebih kurang 1 tahun sejak Maret 2019, tidak jelas.

Saat itu juga, pihak Kejaksaan Negeri Metro, hendak mendalami dua persoalan tersebut, namun terhenti karena masih di tangani oleh pihak Tim Tipikor Polresta setempat.

Kasat Reskrim AKP Gigih Andri Putranto masih belum mau menanggapi informasi. Hingga Jumat, 21 Februari 2020, tim media ini terus upaya mengkonfirmasikan hal terkait, lagi – lagi Kasat Reskrim sulit untuk ditemui.

Pada Senin, 17 Februari 2020, sekitar pukul 21.20 WIB, sesaat tim media ini men-share berita terkait, via WhatsAps-nya, Kasat Reskrim hanya memberi pesan (Chatting) “Capture ya”,pesannya.

Dari ini, tim media ini membalasnya, untuk meminta ruang waktu konfirmasi langsung, guna perimbangan informasi pemberitaan hal terkait.

AKP Gigih Andri Putranto membalas “Konfirmasi dulu, baru berita, hati – hati mas ada UU Pers,”balasnya.

Diketahui bahwa, dugaan permasalahan proyek gedung Disporapar senilai Rp 600 Juta TA 2017 (pondasi dan tiang cor) dilanjut TA 2018 Rp2 Milliar, fasilitas gedung Disporapar belum laik fungsi, sudah di paksakan untuk dipakai.

Maret 2019, tim Tipikor Polreta Metro mencium dugaan masalah proyek tersebut dan menurunkan tim mengkrosceknya hingga fasilitas lain dan juga kamar mandi / toilet yang tidak berfungsi, termasuk lantai II yang belum rampung dikerjakan.

Begitu juga tahapan penyelidikan dugaan korupsi proyek Flyfox, terputus tidak ada kejelasan kelanjutannya.

Sejak itu, tim Media ini berupaya konfirmasikan kelanjutan penyelidikannya, Kasat Reskrim AKP Gigig Andri Putranto sulit untuk di temui dan berulang terkesan menghindari konfirmasi dari jurnalis media ini, hingga saat ini pun masih belum mau memberikan keterangan.

Sebelumnya, Senin, 17 Februari 2020, tim media ini kembali datangi kantor Satreskrim Polresta setempat, untuk konfirmasi lebih lanjut kepada Kasat Reskrim AKP Gigih Andri Putranto.

Sekitar pukul 10.05 WIB, tepat di pintu ruang kerjanya, tanpa melihat tujuan dan etika tim media ini, AKP Gigih Andri Putranto dengan spontan (Tanpa basa basi) mengarahkan tim media ini ke KBO.

“Langsung ke KBO saja, ya..KBO,”lantangnya sambil menunjukkan arah ke ruang kerja KBO.

Tim media ini pun menuju ke ruang kerja KBO Prasetyo. KBO mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail soal penyelidikan proyek Disporapar. Dirinya mengarahkan tim media ini ke Kanit Tipikor, karena bidangnya dan sudah pasti mengetahui.

“Bukan saling lempar soal informasi, kami hanya mengetahui garis besar saja terkait hal ini. Untuk lebih detail, saya arahkan ke Kanit Tipikor,”katanya.

Didampingi KBO Prasetyo, tim media ini pun menuju ruang kerja Tipikor Polresta setempat. Dilokasi tim media dihadapkan oleh Kanit Tipikor, Ipda Simanungkalit.

Tim mengkonfirmasikan sejauhmana proses penyelidikan perkara dugaan korupsi proyek gedung Disporapar TA 2019 dan Proyek Flyfox. Lagi – lagi tim media ini tidak mendapat keterangan pasti.

Ipda Simanungkalit enggan memberikan keterangan dengan alasan, perlu izin dengan Kasat Reskrim terlebih dahulu.

“Sebenarnya yang bisa ngasih steatment adalah pimpinan kami (Kasat), Nanti kalau ngasih steatment kami yang salah, kecuali Kasat konfirmasi ke saya untuk menerima rekan-rekan media ini, ya Saya terima,”katanya.

Sesaat kemudian, Ipda Simanungkalit, meminta waktu kepada tim media ini untuk mengkonfrimasikan ke Kasat Reskrim, lebih kurang, 30 Menit menunggu. Namun hasil koordinasi Kanit Tipikor dengan Kasat Reskrim, lagi – lagi tak bisa memberikan keterangan.

“Kalau Saya belum bisa memberikan steatment, tetap Kasat. Nanti kalaupun saya memberi steatment, beda dengan steatment Kasat, kita juga nunggu perintah beliau. Kalau bisa diwakili Kami wakili, coba atur waktu lagi dengan  beliau (Kasat), kalau hari ini beliau tidak bisa karena ada rapat,”ujarnya.

Tim media ini kembali mencoba menghubungi Kasat Reskrim via WhatsAps, seperti biasa tidak ada tanggapan atau respon apapun. Terkesan pihak Polresta Metro, mengabaikan UU keterbukaan Informasi Publik No.14 tahun 2008.

Diberitakan sebelumnya, proses penyelidikkan dugaan proyek pembangunan Gedung Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, asal jadi, oleh tim Tipikor Polresta Metro sejak Maret 2019, hingga saat ini tidak jelas. Kasat Reskrim Polres setempat, AKP Gigih Andri Putranto, bungkam.

Hindari wawancara jurnalis, AKP Gigih Andri Putranto beralibi sedang sibuk. Kondisi ini berulang ditunjukan meski sudah di hubungi tidak ada tanggapan respon.

Pantauan tim media, sejak Senin 18 Maret hingga 20 Maret 2019, ditengah rutinitas dinas setempat, didapati lantai keramik retak dan pecah, cat tembok belum maksimal, beberapa ruang belum memadai di gunakan. Kemudian ruang kamar mandi/toilet tidak dapat difungsikan serta lantai II gedung sama sekali belum rampung dikerjakan.

Atas hal ini, pihak Polresta Metro melalui tim Tipikor, tengah melakukan penyelidikan dan telah mengecek langsung kondisi gedung kantor tersebut dengan didampingi beberapa pegawai/staf Disporapar.

Sayangnya, tahap penyelidikan tersebut belum dapat informasi sejauh apa perkembangannya, hingga saat ini.

Tim jurnalis ini, berupaya dan berulang meminta waktu luang Kasat Reskrim, untuk dapat dikonfirmasikan perkembangan penyelidikan atas gedung disporapar tersebut, enggan menanggapinnya. Pun demikian dihubungi Via WhatsAps-nya, tak ada tanggapan apapun.

Bertepatan dengan adanya agenda pertemuan jajaran seluruh anggota Polresta Metro di Aula Hotel Grand Skuntum, Kota Metro. Jumat, 07 Februari 2020, sekitar pukul 11.36 WIB. AKP Gigih Andri Putranto, lagi – lagi enggan memberikan keterangan dari wawancara jurnalis.

“Nanti, ini dari mana, saya baru liat. Nanti saya sedang sibuk,”katanya sembari berjalan memasuki mobil menghindari rim jurnalis yang upaya mewawancarainya.

Diketahui juga bahwa, sejak Selasa,19 Maret 2019 lalu, pihak tim Tipikor lakukan penyelidikan dengan memeriksa kondisi fisik gedung kantor Disporapar dan beberapa fasilitas yang ada termasuk kamar mandi/toilet.

Guna informasi akurat untuk pemberitaan tim tipikor belum mau memberikan keterangan dengan mengintruksikan mengkonfirmasikan ke Kasat Reskrim secara langsung.

Sementara itu, Kasat Resktrim sedang berada di luar Kota dan di infokan akan memberikan keterangan di Senin, 25 Maret 2019. Dihari itu juga, mencoba kembali menghubungi, Kasat Reskrim sedang berada di Jakarta.

Selasa, 26 Maret 2019, Kasat Reskrim baru memberikan keterangan keterkaitan Gedung kantor Disporapar, pihaknya meminta waktu, karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Saya minta waktu, prosesnya masih tahap lidik,”kata Kasat Reskrim Polresta Metro, AKP Gigih Andri Putranto. (Red)

LEAVE A REPLY