Gubuk Gulma Milik Fikri Rawat Dan Budidayakan Tanaman Hias Kaktus

0
1332

Kota Metro, Lampungsai.com – Geliat pengrajin tanaman hias, cukup diminati banyak kalangan. Bukan sekedar hobi, bergelut di dunia tanaman hias juga menjadi ladang penghasilan yang cukup menjanjikan. Berbagai jenis dan aneka tanaman hias sudah barang pasti ada di setiap demplot pengrajin tanaman hias.

Saat wawancara bersama Fikri pemilik Gubuk Gulma./red

Tanaman hias tidak berlaku kala musim. Setiap orang dapat mengembangkan usaha di bidang tanaman hias yang tentunya dengan lahan memadai, juga bahan-bahan yang diperlukan untuk pembibitan sampai memelihara tanaman hias yang akan dikomersilkan.

Saat ini, demplot tanaman hias cukup banyak dan para pelaku usahanya pun cukup bermodal dan memiliki lahan yang cukup luas. Berbagai aneka tanaman hias ternama dan tentunya cukup mahal, sudah pasti ada.

Berbeda dengan pelaku usaha demplot tanaman hias lainnya, pemuda usia 26 tahun, warga Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, yang menggeluti tanaman hias dan tanaman pangan dengan lahan yang terbatas.

Fikri Hilmiawan Subarak, akrab disapa Fikri, membangun demplot tanaman hias yang dinamankan gubuk gulma dengan user instagram @gubukgulma.

Tim media ini menyambangi lokasi gubuk gulma, Fikri mengenalkan banyak jenis tanaman hias andalan dan tanaman pangan. Menurut Fikri, bertani merupakan seni dalam bertahan hidup.

Dengan lahan terbatas, dirinya merawat tanaman hias jenis kaktus yang menjadi primadona di demplotnya. Karena tanaman kaktus lebih mudah perawatan ketimbang tanaman hias lainnya.

“Bertani itu seni bertahan hidup, tidak kuno, sama seperti dokter. Kita mulai dari merawat yang mudah dulu, seperti tanaman kaktus. Kalau sudah terbiasa merawat, akan lebih enak dan terbiasa merawat tanaman lainnya,”demikian kata Fikri.  Kamis, 24 Juni 2021.

Tanaman kaktus, dijelaskan Fikri, perawatannya tidak terlalu sulit, karena cukup disiram seminggu sekali dan boleh dua minggu sekali jika keadaan media tanamnya masih basah, juga usahakan seminggu sekali terkena sinar matahari.

“Merawat tanaman itu, kita perlu memperhatikan cuaca dan kelembapan, dan seminggu sekali diupayakan terkena sinar matahari, karena tanaman perlu fotosintesis,” jelas Fikri.

Pemuda lulusan Stipper Yogya itu menjelaskan, untuk media tanam standar yang biasa dipakainya terdiri dari kompos, merang (gabah), dan pasir malang, dengan komposisi satu banding satu.

“Biasanya yang datang ke sini, banyak yang cari kaktus, pupuk, pot, kadang juga nongkrong sambil belajar bareng,” kata Fikri.

Dari usahanya tersebut, Fikri dapat meraup rupiah. Dalam sebulan, ia bisa mengantongi 500 ribu sampai 2 juta dari hasil penjualan kaktus yang bekisar dari harga 10-700 ribu (belum termasuk penjualan tanaman lain).

Terakhir, lelaki yang menjadi sipit ketika tertawa itu mengudarakan harapannya pada pihak lain seperti umkm, brand lokal, untuk bisa berkolaborasi. (Red/Dimas)

LEAVE A REPLY