Gabungan Organisasi Jurnalis Kabupaten Mesuji Gelar Aksi Desak Kadis PUPR Meminta Maaf

0
46

Mesuji, Lampungsai.com – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, belum tanggapi desakan awak media untuk klarifikasi dan sampaikan maaf mengenai intruksinya melarang awak media setempat, meliput agenda expose pekerjaan Dinas setempat, pasca OTT KPK terhadap Khamamik Bupati Non-aktif, yang digelar di lantai III Kantor Bupati Mesuji, Selasa 12 Maret 2019 lalu.

Puluhan jurnalis yang tergabung dalam organisasi kewartawanan yakni Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten setempat, menggelar aksi damai, berjalan kaki dari Gerbang perkantoran Pemkab menuju Kantor Bupati dan berlanjut ke Dinas PUPR. Kamis, 14 Maret 2019.

Koordinator aksi, Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia DPC Mesuji, Herman mengatakan, aksi damai yang dilakukan dari rekan-rekan media yang tergabung di tiga lembaga organisasi kewartawanan ini, menyerukan desakan kepada Kepala Dinas PUPR untuk segera klarifikasi dan meminta maaf atas intruksinya melarang awak media meliput kegiatan expose pekerjaan Dinas PU pasca OTT KPK terhadap Bupati (Non-aktif) Khamami.

“Sebelumnya, rekan-rekan media yang ada telah menunggu itikad baik Kadis PUPR selama 2 hari, namun tidak juga di tanggapi positif oleh bersangkutan. Maka secara langsung melakukan aksi damai ini untuk mendesak Kadis PUPR segera lakukan klarifikasi dan permintaan maaf kepada seluruh Jurnalis Mesuji, secara langsung dan terbuka,”katanya.

Herman melanjutkan, dalam aksi ini, bersama Ketua PWI Alzoni, Ketua AWI Wayan Swastika Jaya dan rekan-rekan jurnalis yang ada, sampaikan desakan secara langsung, tak satupun pihak Dinas PUPR menemui.

“Atas ini, kami di pertemukan dengan Asisten II Bidang Pemerintahan Setdakab setempat, Edison Baasid. Tetap kami sambut baik, namun harapan kami, bertemu secara langsung Kadis PUPR, agar secara langsung klarifikasi dan meminta maaf. Aksi ini akan kembali kami lakukan pekan depan, sampai Kadis PUPR benar-benar menemui untuk meminta maaf. Sebab jika tidak, maka antara jurnalis dengan Pemerintah setempat tidak akan ada harmonis dalam mendorong program kegiatan pembangunan untuk Mesuji,”tegas Herman. (Tim AJOI)

LEAVE A REPLY