FSBKU KSN Lampung Gelar Aksi Tuntut PT Lautan Teduh Main PHK Tanpa Dasar

0
82
para serikat pekerja Lampung saat menggelar aksi./Rilis

Bandar Lampung, Lampungsai.com –  FSBKU KSN Lampung kembali menggelar aksi massa di depan kantor PT Lautan Teduh Interniaga (Sentral Yamaha Lampung). Aksi tersebut merupakan gerakan sikap PHK sepihak yang dilakukan oleh Manajemen PT Lautan Teduh Interniaga, terhadap salah satu karyawannya yang juga merupakan Ketua Serikat Pekerja Lautan Teduh, Andri Meirdyan.

Ketua FSBKU KSN Lampung,  Sepriyadi menjelaskan, kejadian dimulai dengan dikeluarkannya SP 1, karena di anggap mangkir  maka di PHK. Padahal yang terjadi adalah perekam finger print tidak berfungsi yang juga disaksikan oleh beberapa pekerja lainnya, sehingga tidak mencatat kehadiran.

Hal ini bukan merupakan kesalahan yang dapat dilimpahkan pada pekerja, dan tidak dapat juga dijadikan acuan untuk memberikan SP 1 karena tidak memenuhi unsur kelalaian dan dianggap batal.

para serikat pekerja saat menggelar aksi demo./Rilis

Masih menurutnya, sejak 2016 lalu dirinya melanjutkan studi di Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung dan diberikan dispensasi oleh perusahaan untuk melanjutkan studi tersebut.

Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara tanpa terkecuali, tidak ada batasan usia ataupun hal lain yang dapat menghalangi proses ini, karenanya mengajukan dispensasi akademik setiap hari Sabtu. Namun pasca terbentuknya Serikat Pekerja Lautan Teduh (Anggota FSBKU-KSN Lampung) secara bertahap ada perlakukan khusus manajemen.

Mulanya di mutasi ke Bandar Jaya dan di demosi dari jabartan Manager ke Kepala Cabang. Ijin perkuliahan pun dicabut pada tanggal 22 Maret 2018, melalui surat Nomor: 647/LTI-HRD/III/2018 yang ditanda tangani oleh GM MD Shop, HRD &GA secara sepihak dengan alasan yang mengada-ada  dan semua ketidakhadiran karena kegiatan akademik diklaim perusahaan sebagai “mangkir dari pekerjaan”, lalu terbitlah SP 2 dan SP 3 secara berturut-turut hingga surat  PHK.

“Hingga hari ini, semua upaya mediasi telah dilakukan oleh FSBKU KSN Lampung dalam rangka mencari solusi terbaik untuk Perusahaan dan Pekerja, namun tidak adanya itikad baik dari PT bersangkutan. Ini merupakan upaya pembodohan pekerja yang dilakukan oleh PT Lautan Teduh, dimana semua pekerjanya dilarang untuk cerdas dan sadar akan hukum negara,”katanya.

Dengan demikian, dikatakannya,  jelas bahwa ada upaya perusahaan untuk melemahkan serikat pekerja dengan berbagai cara kepada Andri Meirdyan (Ketua SPLT). Sejak disahkannya UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, setiap tindakan yang dapat dikategorikan sebagai union busting merupakan tindak pidana yang dapat dihukum.

“FSBKU KSN Lampung akan tetap solid mengawal perjuangan melawan tirani lautan teduh, yang juga masih mengkontrak karyawan yang melakukan pekerjaan inti di lautan teduh. Kami juga sudah laporkan ke Binawasker Provinsi Lampung dan Aksi massa akan terus digalang sampai waktu yang tidak ditentukan, sampai tirani yang ada di PT Lautan Teduh hancur sampai seluruh hak-hak pekerja dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang disepakati bersama,”ungkapnya. (Rilis)

LEAVE A REPLY