Fokus ALAM Minta Dinas Pariwisata Benahi Bahasa Yang Dipakai Dalam Festival Adat

0
168

Tanggamus, Lampungsai.com – Acara adat dengan tema Festival Teluk Semaka, yang akan dilaksanakan pada 17 September 2019 mendatang, ada hal yang perlu di benahi yakni Bahasa “Pangan Balak” yang menjadi rangkaian kegiatan festival tersebut.

“Bahasa Pangan Balak harus diganti dengan Pangan Agung (Makan Bareng). Sebab bahasa yang dipakai dalam pesta adat yang selama ini dipakai tidak sesuai dengan alur adat lampung yang ada, maka perlu diganti bahasanya dengan Pangan Agung,”

Demikian disampaikan Mat Helmi Batin Pemuka Adat Marga Buay Nyata, mewakili Forum Komunikasi Adat LSM dan Media (Fokus ALAM) Kabupaten Tanggamus. Jumat, 13 September 2019.

Selain bahasa yang selama ini dipakai mulai dari bahasa Pangan Balak, ada yang penting juga perlu di benahi yakni penempatan orang- orang yang di dudukan diatas saat acara berlangsung ,kurang mencerminkan acara adat Lampung yang ada.

Selama ini terkesan seperti mainan tidak mencerminkan sakralnya acara adat.

“Contoh Kepada Dinas Pariwisata bisa mengganti bahasa Pangan Balak menjadi Pangan Agung. Orang-orang yang duduk diatas saat acara berlangsung benar-benar orang yang memiliki gelar atau adok di adat dan mencerminkan sakralnya adat,”kata Mat Helmi mendampingi Robinson Ketua Fokus ALAM Tanggamus.

Di kesempatan yang sama, Kadis Pariwisata Tanggamus, Retno N Damayanti menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan masukannya dari rekan-rekan Fokus ALAM Tanggamus.

“Dinas kita masih baru penggabungannya. Kita akan melangkah sesuai harapan masyarakat. Komunikasi kepada para tokoh adat, sudah kita lakukan untuk acara festival Teluk Semaka mulai dari panitia ,rangkaian festival, acara pangan Agung, hingga orang orang yang seharusnya duduk diatas sesuai gelarnya nanti kita komunikasikan lagi dan mudah-mudahan akan berjalan sesuai harapan masyarakat,”ujarnya.

Dari ini, Retno mengatakan, masukan dari kawan-kawan Fokus ALAM, bisa membantu untuk bekerja lebih baik dalam pelaksanaan acara yang akan berlangsung tanggal 17 September 2019.

“Dan kita akan berusaha sebaik- baiknya.semua ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya adat pepadun dan adat pesisir yang ada di tanggamus. Kita juga akan menata semua sesuai adat yang berlaku. Untuk bahasa Pangan Balak, kita ganti menjadi Pangan Agung dan pada intinya budaya adat yang kita angkat,”pungkas Retno.

Untuk diketahui, terbentuknya Forum Komunikasi Adat LSM dan Media (Fokus ALAM) terdiri dari adat Marga Buay Nyata, Buay Belunguh, Buay Tukhgak, LSM MP3, LSM KOLEGAN dan dari media online yang tergabung di Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPC Tanggamus.(AJOI/Budi WM)

LEAVE A REPLY