Efisiensi, Kunci Lolos Kubangan Perang Dagang AS-Cina

0
55

Bandar Lampung, Lampungsai.com – Naik turunnya tensi perang dagang (trade war) Amerika Serikat (AS) versus Cina, yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi mitra dagang kedua negara termasuk Indonesia, hal ini mesti di sikapi cermat, hati-hati, disertai tekad pemulihan yang membaja.

Disampaikan oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam Dialog Nasional Mengamalkan Nilai-Nilai Kebangsaan Menuju Indonesia Bermartabat, yang dihelat Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, di aula Lantai 3 gedung Yayasan Alfian Husin, komplek kampus setempat, Kedaton, Bandar Lampung, Selasa 04 September 2018.

Menurut Luhut, dalam rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa 04 September 2018, terungkap lima hal evaluatif yang diupayakan pemerintah konsistensi kebijakannya demi perkuatan basis mikro ekonomi kita.

Pemerintah terus mempertajam skala prioritas efisiensi penggunaan barang atau substitusi impor, disamping bersama Bank Indonesia selaku instrumen makroprudensial secara detik per detik berupaya sekuat tenaga menahan laju tergerusnya cadangan devisa negara demi stabilitasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Luhut menjelaskan, munculnya aksi perang dagang AS-Tiongkok sebenarnya ada untungnya buat Indonesia. “Kenapa untung? Karena kita melakukan benah-benah di sana-sini, melakukan efisiensi. Apa sih dampaknya trade war itu pada kita? Sebenarnya nggak banyak, karena 81 persen penerimaan kita itu sebenarnya banyak dari domestik. Jadi hanya 19 persen yang terpengaruh dengan trade war tadi,”katanya.

Akan tetapi, Luhut melanjutkan, itu pun bisa punya dampak luas pada ekonomi kita, khususnya pada rupiah kita kalau kita tidak hati-hati. Dengan adanya trade war ini kita melakukan efisiensi di sana-sini, efisiensi di banyak tempat.

“Kita melihat kan sebenarnya ekspor kita itu tumbuh cuma 6,4 persen, tetapi impor kita tumbuh 30 persen. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan. Sekarang kita mau buat itu seimbang. Caranya apa? Kita mengurangi impor, menggunakan produk-produk yang ada dalam negeri,”jelasnya.

Diketahui, dalam dialog  turut  mendampingi GM Pelindo II Panjang Drajat Sulistyo dan Irsjad Djuwaeli, Korwil Lampung-Banten DPP Bravo-5, Pembicara Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) Palembang Kemenristekdikti Slamet Widodo, guru besar IIB Darmajaya Zulkarnaen Lubis. (Mzl/Red)

LEAVE A REPLY