Dugaan Pemalsuan Dokumen BOS, Inspektorat Way Kanan Belum Berikan Sanksi

0
696

Way Kanan, Lampungsai.com – Inspektorat Kabupaten Way Kanan terkesan lambat dalam menyikapi dugaan pemalsuan tandatangan Ketua Komite SD Negeri 1 Tegal Mukti, Kecamatan Negeri Besar. Sabtu, 07 Maret 2020.

Usai pemanggilan terhadap Kepala SD Negeri 1 Tegal Mukti, hingga saat ini belum juga ada pemangilan terhadap korban pemalsuan tandatangan (Komite) oleh Sekretaris Inspektorat.

Dugaan tersebut telah diakui Selamat Hermanto sebagai Kepsek SD tersebut, bahwa dirinya telah memalsukan tandatangan milik Ketua Komite dan dibenarkan juga oleh Sekretaris Inspektorat disaat panggilan pertama.

Hingga kini belum ada kelanjutan ataupun sanksi tegas oleh pihak inspektorat. Informasi terbaru, usai pemanggilan yang dilakukan Fallahudin Sekretaris Inspektorat, Kepsek meralat serta memperbaiki berkas laporan dana BOS yang telah diduga dipalsukan.

Disampaikan Paulus Sumarji Ketua Komite SD Negeri 1 Tegal Mukti, yang ditemui, Selasa 03/03/2020 , menjelaskan, awalnya Pak Pujimin yang datang kerumah Ketua Komite pada Febuari 2020 lalu, kedatangan Puji menyuruh dirinya datang menemui Kepsek Selamat Hermanto. Selang beberapa menit, Kepsek datang ke rumahnya dan menyuruh menandatangani berkas LKS Dana BOS dan Berkas lainnya.

Sebelumnya, Kamis 27/02/2020, Sekretaris Inspektorat, Fallahudin menyatakan, Lembar Kerja Sekolah (LKS) laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menjadi dokumen negara, ketika dipalsukan tandatangannya, tentu sudaj cacat hukum. Diyakini, Kepsek SD Negeri 1, tidaklah bekerja sendiri.

Pihaknya (Inspektorat) tidak ingin menduga – duga Malpraktek atau tindakan secara sadar melawan hukum yang dilakukan Kepsek, oleh karena itu pihaknya akan memanggil Paulus Ketua Komite.

Dari ini, Fallahudin juga menegaskan kepada Kepsek Selamat Hermanto mengenaj sanksi dan pidana sesuai KUHPidana, apabila pada pemeriksaan administrasinya, ditemukan adanya korupsi, maka sudah pasti berlapis.

Namun sayang, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak sanksi yang diberikan pihak Inspektorat. Saat dikonfirmasi ulang, via telepon dan WhatsApp, Fallahudin tidak aktif. (Djo/Fahrul)

LEAVE A REPLY