Dugaan Lahan Pembangunan Flyingfox Sarat Penyimpangan, Ketua DPRD Kota Metro Belum Mau Menanggapi

0
81
Areal lahan rencana proyek Flyfox Wisata Sumber Sari, Kecamatan Metro Selatan./Tim

Kota Metro, Lampungsai.com – Rencana pembangunan sarana wisata berupa wahana flyingfox oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Metro,  yang berlokasi di Kecamatan Metro Selatan, diduga akan dijadikan lahan korupsi baru,  dan sarat dengan penyimpangan. Ketua DPRD Kota Metro belum menananggapi, hal terkait status lahan dan proses alih fungsi lahan.

Diketahui, rencana pembangunan flyingfox akan dibangun dengan anggaran Negara senilai Rp2 Miliar lebih,  melalui Dispora Kota Metro tahun 2018, yang di lelang tenderkan dengang no lelang 837150, judul pembangunan Flyingfox wisata Sumber Sari.

Penyusuran tim media, tanah seluas satu hektar lebih itu masih milik salah seorang pejabat di Dispora Kota Metro. Yang saat ini sudah di bangun pondasi tiang flyingfox dan untuk melengkapi sarananya telah dilakukan pembelian motor ATV produksi KTM dengan anggaran lebih kurang Rp200 Juta, di kelola oleh oknum Dispora setempat, yang pengadaannya melalui Paket Proyek Penunjukan langsung (PL).

Uniknya,  status tanah masih milik perorangan tersebut diduga belum ada proses hibah, dan pembebasan lahan alih fungsi  bahkan diketahui belum ada paripurna persetujuan, namun sudah dimulai pembangunan dan teranggarkan dalam APBD TA 2018.

Terkait hal ini, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, saat di konfirmasikan tim media Via WhatsApp, Sabtu 04 Agustus 2018, sekitar pukul 16.55 WIB, untuk dapat komentari hal yang dipandang perlu.

Sepengetahuan dari pihak DPRD setempat, mengenai rencana pembangunan FlyingFox serta pengadaan ATV jenis KTM. Bahwa diduga belum melalui pengesahan atau persetujuan DPRD setempat dan dibuatkan berita acara secara menyeluruh hingga proses pembebasan lahan dan alih fungsi lahan yang diketahui masih lahan pertanian (sawah yang artinya masih merupakan fungsi lahan pertanain). Hingga saat ini, belum menanggapinya.

Diberitakan sebelumnya, hasil penelusuran tim media, warga sekitar Lokasi dibangunnya pondasi Tiang Flyingfox, wisata Sumber Sari, Kecamatan Metro Selatan, mengungkapkan, “Tanah ini, belum di hibahkan, tapi sudah di bangun oleh pemerintah, melalui Dispora, Kota Metro dengan membangun pondasi, flyingfox,”kata warga (Sumber).

Warga tersebut melanjutkan, tanah ini, luasannya lebih kurang 1 hektar, di beli oleh Kusbani (Pejabat Dispora Kota Metro), dan katanya akan di hibahkan ke Pemerintah atau Dispora Metro. Tetapi tanah belum di hibahkan sudah di bangun pondasi untuk flyingfox,”ujarnya, di sekitar lokasi, sambil menunjukan lokasi lahan yang dibeli Kusbani. Kamis 02 Agustus 2018.

Disisi lain, pihak Dispora Kota Metro, telah membeli 7 unit motor ATV keluaran produsen KTM, menggunakan perusahan (CV) perorangan milik kontraktor Kota Metro. Ke tujuh unit motor tersebut, rencananya di sewakan dalam wisata Sumber Sari.

Di waktu berbeda, pemilik CV yang dipakai, kepada tim media, mengaku bahwa, CV yang dipakai semuanya dilakukan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. Lebih lanjut, dikonfirmasikan sebagaiamana pengakuan sudah sesuai mekanisme dan prosedur, sebatas pemakaian  perusahaan  tanpa ada sistem sewa atau sejenisnya.? Pemilik CV yang enggan disebut identitasnya, enggan mengomentari lebih lanjut.

Informasi yang didapat tim media, ketujuh unit tersebut di titipkan di Kediaman salah satu pejabat Dispora dan belum berani melaksanakan penyewaan lantaran belum ada payung hukum atau perda yang mengesahkan, terlebih pembelian unit tersebut belum ada persetujuan DPRD setempat, namun dapat terealisasi.

Dalam pembelian unit motor tersebut, diduga pula melibatkan pejabat Dispora dan satu oknum honorer Pemerintah setempat dan satu orang rekan terdekat oknum tersebut, yang diduga pula kerap bermain proyek di lingkup Dispora dan Dinas Pendidikan setempat.

Sementara tim media mencoba konfirmasikan ke pihak Dispora, belum bisa di konfirmasikan. Menurut salah satu staf Dispora, Kepala Dispora sedang menjalankan ibadah haji, sementara Sekretaris Dispora masih mengikuti Diklatpim di Surabaya. (Tim)

LEAVE A REPLY