DS Pelajar SMP Dicabuli, Pelaku Ditangkap Tim Polsek Tulang Bawang Tengah

0
19

Tulang Bawang Barat, Lampungsai.com –  DS (16) siswi kelas 3 SMP, warga Tiyuh (Kampung) Panaragan Jaya, menjadi korban pencabulan oleh TR (22), berprofesi buruh, warga Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pelaku TR (22) ditangkap tim unit Reskrim Polsek Tulang Bawang Tengah, pada Rabu, 06 Februari 2019, sekitar pukul 19.00 WIB di kediamannya.

Dijelaskan Kapolsek Tulang Bawang Tengah, Kompol Zulfikar M, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Syaiful Wahyudi, bahwa korban DS telah dicabuli oleh pelaku sebanyak 5 kali di TKP (tempat kejadian perkara) yang berbeda-beda. Jumat, 08 Februari 2019.

Pertama, Minggu (3/2), sekira pukul 17.00 WIB, TKP di rumah pelaku TR. Kedua, Senin (4/2), sekira pukul 01.00 WIB, TKP di rumah teman pelaku berinisial H, di Tiyuh Pulung Kencana. Ketiga, Senin (4/2), sekira pukul 24.00 WIB, TKP di SMP N 5 Tulang Bawang Tengah, Tiyuh Candra Kencana.

Kemudian, Keempat, Selasa (5/2), sekira pukul 04.00 WIB, TKP di tanggul irigasi, Tiyuh Pulung Kencana dan Kelima, Selasa (5/2), sekira pukul 23.00 WIB, TKP di gubuk persawahan yang berada di Tiyuh Mulya Jaya.

Masih menurut Kapolsek, terbongkarnya aksi pencabulan yang dilakukan oleh pelaku, berkat laporan dari RI (57), berprofesi wiraswasta, yang merupakan bapak kandung korban ke Mapolsek Tulang Bawang Tengah, hari Rabu, 06 Februari 2019 pagi.

Berbekal laporan tersebut, petugas dengan cepat melakukan pencarian terhadap pelaku. Pelaku berhasil ditangkap hari itu juga sekira pukul 19.00 WIB, saat sedang berada di rumahnya.

Dalam perkara ini, petugas penyitaan barang bukti berupa baju kaos setengah lengan bermotif garis-garis berwarna hitam bertuliskan FILA, celana jeans panjang warna abu-abu, baju jaket warna biru dan pakaian dalam milik korban.

“Atas perbuatan pelaku, akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar,”ungkapnya. (Riko)

LEAVE A REPLY