DPRD Kota Metro Gelar Paripurna RAPBD TA 2018

0
294

Metro, Lampungsai.com – DPRD Kota Metro Dan Pemerintah setempat, gelar rapat Paripurna RAPBD TA 2018. Dalam paripuna diagendakan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi atas RAPBD 2018 sekaligus penyampaian nota keuangan dalam RAPBD tersebut, oleh Walikota Metro A.Pairin. Rabu 01 November 2017.

Nota Keuangan itu, diproyeksikan pendapatan daerah tahun 2018 sebesar Rp821,9 Milliar. Pendapatan ini, berasal Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp128,4 Milllar, Dana Perimbangan sebesar Rp632,7 Milliar, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp60,7 Milliar.

“Kenaikan pajak daerah berasal dari pajak penerangan jalan, hotel, parkir dan tempat hiburan. Sedangkan kenaikan DBH berasal dari DBH pajak penghasilan. Dan lain-lain pendapatan yang sah berasal dari BLUD Puskesmas karena penambahan Puskesmas yang menggunakan sistem BLUD,”kata Pairin.

Masih menurut A.Pairin, dibandingkan pendapatan daerah pada tahun 2017, kenaikan terjadi pada pajak daerah, dana bagi hasil (DBH), dan lain-lain pendapatan yang sah. Kemudian, penurunan terjadi pada pos retribusi daerah. Penurunan ini disebabkan karena rencana Pemkit Metro untuk merenovasi pertokoan grosir di Jalan Jenderal Sudirman.

Untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp851,5 Milliar. Anggaran ini terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp371,2 Milliar dan belanja langsung sebesar Rp480,3 Milliar. Artinya, anggaran belanja daerah dimaksimalkan untuk biaya pembangunan daerah.

Masih menurut A.Pairin, defisit sebesar Rp29 Milliar dapat ditutupi dari Silpa tahun sebelumnya. Perioritas belanja daerah untuk program pendidikan dan kesehatan. Selain itu juga belanja ini diarahkan untuk percepatan perwujudan visi wisata keluarga dengan pembangunan infrastruktur pariwisata dan pembangunan Metro Convention Center (MCC).

Untuk pembiayan daerah Kota Metro masih berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Akhir (Silpa) sebesar Rp31,1 Milliar. Kemudian, untuk pengeluaran pembiayaan berasal dari penyertaan modal (Investasi) daerah kepada Bank Lampung sebesar Rp1,5 Milliar.

“Dari kesemua ini, perlu di sampaikan dan perlu di ketahui bersama bahwa, 2018 mendatang, Kota Metro sudah menggunakan sistem non tunai,”ujarnya. (Adv)

 

LEAVE A REPLY