Disporapar Lampung Utara Mulai Menormalisasi Bendungan Way Tebabeng

0
433
Kepala Disporapar Kabupaten Lampung Utara, Ilham Akbar didampingi Redy Apriyansyah selaku Kabid Pariwisata ketika dikonfirmasi, Selasa (26/11/2019). Foto: ist

Lampung Utara, Lampungsai.com – Dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Daerah Lampung Utara melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata terus berupaya menggali potensi melalui obyek-obyek wisata selain dari sektor PBB dan hasil pertanian.

Sebagaimana dikatakan, Ilham Akbar Kepala Dinas Disporapar Lampung Utara bahwa saat ini melalui sektor pariwisata Pemda setempat tengah melakukan normalisasi terhadap Bendungan Way Tebabeng sebagai obyek wisata strategis. Hal itu didorong dengan dibukanya jalur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung – Palembang.

“Untuk obyek wisata yang paling stategis ya itu Bendungan Way Tebabeng, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan lintas dan asetnya asli milik Pemda Lampung Utara,” ujarnya. Selasa, 26 November 2019.

Pilihan utama Pemda setempat untuk melakukan normalisasi terhadap Bendungan Way Tebabeng itu dari pada Bendungan Way Rarem karena untuk lokasi wisata Way Rarem asetnya milik Pemrov Lampung bukan Pemda setempat.

“Dari semua titik hanya Bendungan Way Tebabeng yang strategis ini akan menjadi wisata induk pariwisata yang ada di 23 kecamatan se-Kabupaten Lampung Utara setelah dilakukan pendataan,” lanjutnya.

Untuk mendesain lokasi wisata itu, lanjutnya, Disporapar Lampung Utara akan menggundang ahlindesain khusus untuk masterplannya agar setelah selesai dapat mendorong peningkatan PAD Kabupaten setempat.

“Harapan kita kita tempat wisata ini nantinya akan menjadi bangsa pasar dan menjadi tujuan wisata yang nantinya secara otomatis akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” papar Ilham Akbar.

Selain terfokus pada obyek wisata Bendungan Way Tebabeng, Disporapar setempat juga terus mendorong masing-masing desa untuk terus menggali potensi wisata di desa masing-masing. Meski saat ini telah diketahui ada beberapa desa di Kabupaten Lampung Utara telah mulai melakukan penataan dan pengembangan terhadap wisata di desanya.

Sebagaimana diketahui bahwa di Kabupaten Lampung Utara memiliki banyak potensi wisata alam selain dari bendungan juga adanya keberadaan air terjun (curup).

“Untuk wisata air terjun yang saat ini mulai dikembangkan itu ada di Dewa Way Isem, Sungkai Barat untuk Curup Jono, dan curup Klawas di Desa Pekurun Barat, Kecamatan Abung Tengah dan curup yang ada di Kecamatan Bukit Kemuning serta curup-curup lainnya,” kata Ilham Akbar.

Ditambahkan, Redy Apriyansyah selaku Kabid Pariwisata Disporapar Lampung Utara bahwa di kabupaten setempat untuk lokasi wisata bendungan ada di wilayah Kecamatan Kotabumi Utara, Blambangan Pagar, Sungkai Barat, Sungkai Jaya, dan di Kecamatan Camatan Abung Pekurun.

Sedangkan untuk obyek wisata curup atau air terjun yang ada di Kabupaten Lampung Utara itu ada di wilayah Kecamatan Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Sungkai Barat, Abung Barat, Abung Tengah, dan di Tanjung Raja.

“Curup yang mulai dilakukan pengembangan seperti pada curup atau air terjun ekor kuda, air terjun beringin, air terjun temiangan, kuali, ateng, muara aman dan curup enggal yang ada di Kecamatan Bukit Kemuning,” ujar Redy Apriyansyah.

Selain itu yang juga tengah dilakukan pengembangannya oleh pemerintah desa di wilayah kecamatan-kecamatan untuk tempat wisata selain dari aor terjun kelawas di Kecamatan Abung Tengah juga ada taman wisata kolektif dan taman wisata air bening.

“Seperti di Desa Sri Bandung, Abung Tengah yang telah berjalan itu tempat wisata arum jeram (the green bamboo). Ada juga wisata pegunungan flota dan fauna untuk tempat wisata yang ada di Kecamatan Abung Tengah ini,” lanjutnya.

Saat ini, Disporapar Lampung Utara masih terfokus pada normalisasi Bendungan Way Tebabeng karena sudah mulai dilakukan pengerukan di lokasi sejak dua bulan terakhir karena lokasi tempat wisata ini sangat strategis bila di bandingkan untuk tempat wisata lain.

“Pada lokasi bendungan ini, kita juga tengah melakukan pengajuan untuk penertiban kerambah milik masyarakat agar lokasinya tetap ada dan tidak merusak pemandangan yang nantinya akan dilakukan penataan. Di lokasi bendungan ini nantinya akan di isi dengan berbagai wahana perlengakapan seperti bebek, spetboot dan dayung,”pungkasnya. (Budi Irawan)

LEAVE A REPLY