Dicky Zaharudin Bantah Tudingan 10 AJB Palsu, David.S. :”Buktikan, Penuhi Panggilan Hukum”

0
417
Isr/Red

Bandar Lampung, Lampungsai.com – Oknum Jaksa Dicky Zaharuddin bantah tudingan 10 AJB diduga palsu untuk mencairkan uang Negara ganti rugi lahan Bendungan Gerak Jabung, Lampung Timur. Kuasa Hukum Hi.Suwardi Ibrahim dan Abdul Wahab Cs, David Sihombing nyatakan Doddy Syakhrun Tanjung (Alm) adalah pihak yang dikuasakan (Suruhan) Hi.Suwardi Ibrahim, bukan pemilik sah tanah. Dan selaku penegak hukum, Dicky Zaharudin harusnya koperatif penuhi panggilan pihak Polda Lampung.

Dicky Zaharudin menyampaikan sanggahannya, bahwa 10 AJB yang di milikinya palsu sebagaimana tudingan David Sihombing kuasa hokum Hi.Suwardi Ibrahim dan Abdul Wahab Cs, tidak benar.

Diceritakannya, bahwa ayah kandungnya Hi.Syaifuddin Sulaiman (Alm) wafat pada 05 April 2014. Lalu tanah tersebut diurus oleh Doddy Syakhrun Tanjung (Alm) tak lain adalah Kakak kandungnya dan pemegang penguasaan 10 percil AJB.

Kemudian pada tahun 2017 Doddy Syakhrun Tanjung (Alm) mendapat informasi jika tanah di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Waway Karya tersebut, akan mendapat ganti rugi atas proyek Pengadaan Tanah Dampak Genangan Bendung Gerak Jabung.

Mendapat informasi tersebut Doddy Syakhrun Tanjung (Alm) mencari tahu kebenarannya ke Desa, Kecamatan, BPN Lampung Timur dan Balai Besar Sungai Propinsi Lampung.

“Ternyata benar di atas tanah kami akan mendapat ganti rugi atas proyek tersebut, akan tetapi nama yang diusulkan menjadi calon penerima ganti rugi adalah masyarakat penggarap setempat, kurang lebih berjumlah 158 orang diatas tanah milik kami, seluas kurang lebih 90 Ha. Sedangkan nama keluarga kami yang memiliki Akte Jual Beli (AJB) asli tidak diusulkan,”kata Dicky Zaharudin melalui pesan WhatsApp-nya. Minggu, 06 Oktober 2019.

Terkait sanggahan Dicky Zaharudin tersebut, Kuasa Hukum Hi.Suwardi Ibrahim dan Abdul Wahab Cs, David Sihombing nyampaikan, soal tanggapan atas pernyataan oknum jaksa Dicky Zaharuddin yang mengatakan 10 AJB yang di pegangnya “SAH”

Oknum Jaksa Dicky Zaharuddin seharusnya tidak perlu memberikan berita bohong (Hoax) mengenai keabsahan 10 AJB palsunya yang telah disahkan pengadilan. Secara seluruhnya AJB tersebut sesuai putusan PN No:06/Pdt.G/2018/PN.SDn tanggal 04 Oktober 2018, jelas ada dua penggugat yakni Hi.Suwardi Ibrahim dan Doddy Syakhrun Tanjung Cs.

“Hasil putusan itu dalam amarnya, kedua gugatan para pihak, sama-sama tidak dapat diterima dalam istilah hukum dimaksudkan yakni pokok perkara belum ditimbang. Jadi tidak benar, sudah ada pengesahan AJB dalam putusan Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn tertanggal 4 Oktober 2018, tersebut,”jelasnya.

David menceritakan, saat itu pada tahun 2017, Doddy Syakhrun Tanjung (Alm) adalah diberikan amanah untuk mengurus menawarkan tanah untuk percetakan sawah, oleh pemilik tanah Hi.Suwardi Ibrahim. Namun dalam perjalannya, Doddy Syakhrun Tanjung menyalahgunakan surat kuasa dengan mengaku sebagai pemilik tanah.

Dalam hal ini, jika benar Doddy Syakhrun Tanjung yang kuasanya sekarang Dicky Zaharudin adalah pemilik tanah, maka Dicky Zaharudin tidak mungkin membagi dua hasil ganti rugi lahan dengan para nama nominative sebagai penerima.

Lalu, kata David, sebagai bukti surat-menyurat yang dipegang Doddy Syakhrun Tanjung (Alm) adalah palsu, dapat dilihat dari tanggal pembuatan AJB yang palsu tersebut dengan yang asli. Artinya dari tahun pembuatan, Doddy Syakhrun Tanjung masih berumur 13 tahun, dan batas-batas dalam AJB adalah palsu.

“Nama-nama yang ada dalam 10 AJB di pegang oleh Dicky Zaharudin, mengaku tidak pernah mengetahui adanya uang pencairan dari Negara untuk ganti rugi, apa lagi menerimanya. Ini terungkap jelas dari nama yang tercantum dalam AJB diduga palsu tersebut, diantaranya Aliudin dan Novalia. Aliudin juga mengaku yang pegang AJB-AJB tersebut adalah Dicky Zaharudin,”pungkasnya.

Soal Abdul Wabah Cs yang dianggap tidak ada kaitan dengan sengketa, David Sihombing menjelaskan, Menyangkut Abdul Wahab Cs selain Hi.Suwardi Ibrahim (Klien), semuanya bukan berbenturan dengan AJB atas nama Samingun, melain berbenturan dengan AJB bernama Sukarno dan orangnya sudah tiada (Alm). Artinya dalam hal ini, sudah jelas dan gamblang, maka oknum jaksa Dicky Zaharudin tidak perlu berkoar ke media untuk meluruskan.

Perlu diketahui juga, hingga saat ini Polda Lampung masih menunggu dirinya (Dicky) atas telah ditemukannya tersangka pembuat surat palsu, untuk dating penuhi panggilan. Namun 4 kali panggilan tidak pernah datang penuhi panggilan, dua kali panggilan juga dikirim ke tempat kerjanya di Kejaksaan Negeri Kota Batam.

“Sampai saat ini tidak datang mengahadapi panggilan Polda dengan membawa surat-surat AJB palsunya. Jika benar adanya, sebagai oknum penegak hukum dan sangat paham akan aturan hukum, Dicky Zaharudin koperatif memenuhi panggilan Polda,”tegasnya.

David Sihombing juga membeberkan, bahwa bukti Hi.Suwardi Ibrahim pihak bersengketa atas objek tanah tersebut tidak hanya dengan Doddy S. Tanjung (Alm), atas objek tanah konsiniasi. Ini dibuktikan perkara perdata Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn yang diajukan oleh Penggugat (Suwardi Ibrahim). Berlanjut terhadap perkara ini ada pengakuan para tergugat (Doddy Cs).

Dari 104 tergugat, pada gugatan sebelumnya dengan Nomor:06/Pdt.G/2018/PN.SDn Pengadilan Negeri Sukadana, dalam sidang tertanggal 05 Juni 2018. Saat itu Penggugat (Suwardi Ibrahim), Majelis didang membuat surat pengeluaran dari perkara saat sidang berlangsung, sekaligus membuat surat pengantar Nomor: W9.u8/570/HK.02/VI/2018 tertanggal 07 Juni 2018 kepada pihak BPN Kabupaten Lampung Timur.

“Isi dalam surat itu menyatakan bahwa, berdasarkan berita acara sidang tertanggal 05 Juni 2018, menerangkan Penggugat (Suwardi Ibrahim) dengan sebagian para tergugat telah terjadi perdamaian, sehingga dalam Persidangan mengeluarkan 7 pihak tergugat, karena telah ada perdamaian dengan mengakui bahwa Suwardi Ibrahim adalah pemilik tanah, meskipun ketujuh tergugat tersebut telah masuk daftar nominative. Kemudian dari ini Majelis Hakim Perkara memutus penetapan konsiniasi bernama Reza,”ungkapnya.(Tim)

LEAVE A REPLY