Catatan Cah Ndeso: Serangan Fajar Berpotensi Besar, Aura Pilgub Sesuai Warna

0
189
Mujiono/Red Lampungsai.com

Penulis: Mujiono
Minggu, 24 Juni 2018

Lampungsai.com – Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, 27 Juni 2018, sejak ditetapkannya pencalonan dan nomor urut serta jadwal kampanye, bagi masing-masing pasangan calon kontestan pemilu, khususnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung, oleh penyelenggara Pemilu.

Masing-masing Paslongub bergerak, bersaing menarik simpatik masyarakat Lampung. Sebentar lagi, hajatan Pilgub Lampung akan di gelar. Sejumlah persiapan mulai dilakukan penyelenggara pemilu. Tentunya, pada situasi masa hari tenang, pengawasan ekstra perlu dilakukan, karena “Serangan Fajar Berpotensi Besar” bahkan gerakan Black Campaign pun kemungkinan terjadi.

Semua bisa di dilakukan tindakan pelanggaran dan kecurangan, utamanya bagi para tim pemenangan atau tim kampanye masing-masing Paslongub, memanfaatkan waktu hari tenang sebagai kesempatan bergerak.

Dari ini, suasana Pilgub Lampung digambarkan sesuai dengan aura warna yang ramai dibicarakan terkait Track Record masing-masing kandidat.

Warna Biru: Kekuatan team lama dengan membentuk jaringan team baru Inner dan Outer, road show door to door aktif, dan masuknya tokoh sesepuh beberpa Partai serta aktifnya kembali Incombent ke Gubernur menjadi aura baru untuk menaikkan elektabilitas, meski di terpa isu-isu Black.

Namun, survey pribadi saya di beberapa Kabupaten/Kota, isu-isu tersebut kurang berpengaruh bagi para audien. Para uadien lebih berkata sosok muda, ramah dan memiliki track record bagus, semua elemen bergerak baik team lama maupun team baru. 

Warna Kuning : Sutradara Hebat Plus Dana Kuat, mengejar elektabilitas dan menyebar Jargon Isu  permanen di konstituen, pemilihan zona mengumpulkan massa yang strategis dengan menghadirkan figur yang lagi trend.

Evaluasi before (Sebelumnya), pemantapan mata pilih, target konstituen mulai mengerucut ke hasil dan menyerang ke zona minus, terlihat khusus di zona merah. Jargon “Ayu” sepertinya disebarkan untuk mempengaruhi mata pilih dan terlihat efektif.

Warna Merah: Gerakan senyap dari internal cukup terlihat, dan gerakan besar mengumpulkan masa kurang dilakukan. Penguatan di tokoh Daerah yang memiliki power juga, sepertinya dikerahkan sampai ke lini bawah.

Perang isu dan jargon keberhasilan Fly Over terlihat kuat di beberapa audien. Yang jadi kutipan, ada tanggung jawab besar di jajaran Partai sampai ke tingkat bawah untuk  mencapai target.

Warna Putih: Meski di internal cukup solid dan aktif. Namun, karena kandidat Cagub tertangkap KPK, masalah ini cukup serius menurunkan elektabilitas kandidat.  Ada beberapa rumor dari beberapa simpatisan mengalihkan dukungan ke no 1 dan 2. Bahkan sesepuh Partai Kuning sempat mempengaruhi konstituen, ketika detik-detik  terakhir beralih ke no 1. Militan Partai hitam putih, patut di akui. Namun untuk meraih suara, perlu upaya kerja keras dan belum cukup dengan angka militansi Partai tersebut.

Dari aura warna Pilgub Lampung ini, dapat di ambil atau dipetik hal yang  berkenaan dengan potensi tindakan pelanggaran dan kecurangan di masa-masa hari tenang. Sudah seharusnya menjadi titik ekstra dalam pengawasan, baik di tingkat TPS, PPS. Masa tenang mestinya juga berlaku bagi para penggiat publik dalam bentuk sajian pemberitaan di media yang menyangkut kampanye atau kegiatan Paslongub. (*)

LEAVE A REPLY