Cabuli Gadis 14 Tahun 10 Kali, DS (27) Ditangkap Polsek Dente Teladas

0
27

 

Tulang Bawang, Lampungsai.com – DS (27) cabuli anak dibawah umur, inisial SI (14) sebanyak 10 Kali. DS (27) pria beristri, dibekuk tim Reskrim Polsek Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, pada Jumat, 08 Februari 2019, sekitar pukul 21.00 WIB di kediaman Pamannya di Kampung Pendowo Asri, Kabupaten setempat.

Kapolsek Dente Teladas, AKP Suharto menjelaskan, pelaku DS (27) merupakan warga Kampung Pendowo Asri, Kecamatan Dente Teladas, mencabuli korban SI (14) warga Bedeng Km. 37, PT. SIL (Sweet Indo Lampung), Kecamatan Gedung Meneng, sebanyak 10 kali.

Terbongkarnya aksi kejahatan pelaku, berkat laporan dari SA (38) yang merupakan ibu kandung korban ke Mapolsek Dente Teladas.

“Ketika pelapor sedang duduk di rumah bersama korban, Rabu 02 Januari 2019, sekitar pukul 19.00 WIB, tiba-tiba korban bercerita bahwa dirinya telah 10 kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pelaku. Pelapor merasa kaget mendengar cerita tersebut lalu melaporkan kejadian ke Mapolsek Dente Teladas,”ujar AKP Suharto. Sabtu, 09 Februari 2019.

Masih kata Kapolsek, menurut keterangan dari korban, korban hanya bisa mengingat dengan jelas 3 kali, saat korban disetubuhi oleh pelaku, sedangkan 7 kali sisanya korban lupa untuk waktu dan tanggal kejadiannya.

Pertama hari Sabtu (20/10/2018), sekira pukul 08.00 WIB, dengan TKP di rumah korban, Kedua hari Jumat (2/11/2018), sekira pukul 12.30 WIB, dengan TKP di rumah teman pelaku yang tidak jauh dari TKP pertama, Ketiga hari Rabu (5/12/2018), sekira pukul 14.00 WIB, dengan TKP di rumah korban.

“Setiap kali pelaku mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri, pelaku selalu menjanjikan akan menikahi korban dan menceraikan istrinya,”jelas Kapolsek.

Kapolsek melanjutkan, berbekal laporan dari ibu kandung korban tersebut, petugas langsung mencari keberadaan pelaku dan berhasil ditangkap. Dalam perkara ini, petugas menyita barang bukti berupa baju kaos bercorak loreng warna abu-abu dan celana jeans panjang warna hitam.

“Atas perbuatan pelaku, dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar,”ungkapnya. (Ari)

LEAVE A REPLY