Bupati Way Kanan Minta PT PSMI Beri Kontribusi Bagi Daerah

0
780

Bupati Way Kanan Minta PT PSMI Beri Kontribusi Bagi Daerah

id
raden adipati surya, bupati way kanan, pt psmi diminta berkontribusi, tutup tebang giling pt psmi

Bupati Way Kanan Minta PT PSMI Beri Kontribusi Bagi DaerahBupati Waykanan, Lampung, Raden Adipati Surya (Foto Antaralampung.com/Emir FS/Dok))

…Keberadaan perusahaan dan sektor usaha tidak bisa dilepaskan dari masyarakat dan daerah tempatnya berusaha," kata Adipati…

Way Kanan, Lampung (ANTARA Lampung) – Bupati Way Kanan, Provinsi Lampung, Raden Adipati Surya, minta pabrik gula PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) dan perusahaan lainnya yang ada di daerahnya memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Way Kanan.
"Keberadaan perusahaan dan sektor usaha tidak bisa dilepaskan dari masyarakat dan daerah tempatnya berusaha," kata Adipati saat acara tutup tebang giling tebu ke-8 PT PSMI di Pakuan Ratu, Waykanan, Rabu.
Bupati menjelaskan, kontribusi positif yang dapat diberikan perusahaan antara lain dalam penyerapan tenaga kerja, terutama warga yang tinggal di sekitar perusahaan, serta ikut serta membangun mengatasi masalah pembangunan di Way Kanan.
Menurut dia, PT PSMI telah lama berdiri dan mengelola kebun tebu cukup luas di wilayah Way Kanan, baik kebun milik perusahaan maupun milik masyarakat yang menjadi plasma, dengan produktivitas hasil kebun cukup tinggi.
"Potensi Way Kanan yang cukup menonjol adalah di bidang pertanian dan perkebunan, seperti tebu, karet, kelapa sawit, singkong dan tanaman musiman lainnya," katanya.
Secara kasat mata, kondisi masyarakat Way Kanan tingkat kesejahteraannya sudah cukup baik, terutama mereka yang memiliki perkebunan sendiri maupun petani mitra perusahaan besar.
"Hasil perkebunan di sini cukup menjanjikan dan terbukti mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Sedangkan bagi masyarakat yang belum memiliki kebun, mereka tetap dapat menikmati upah tinggi dengan menjadi buruh sadap dan buruh panen buah sawit di berbagai wilayah," ujarnya.
Pemkab Way Kanan berharap tutup tebang giling dapat mendorong pola kemitraan dan bagi hasil yang terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.
"Bagi masyarakat yang belum menjadi mitra namun memiliki lahan tidur dan belukar, dapat secara bersama-sama menjadi plasma perusahaan pula," ujarnya.
"Jangan biarkan lahan kita menganggur, karena perusahaan dapat membantu biaya awal meliputi pembukaan lahan, penanaman, penyulaman, pemupukan, biaya tebang dan upah angkut," kata Adipati.
Semua biaya itu nantinya dipotong dari hasil penjualan setelah penggilingan tebu menjadi gula pasir, sehingga pola kemitraan ini hendaknya dapat disebarluaskan kepada masyarakat.
"Menurut perkiraan, total hasil tebu per hektare mencapai 65 hingga 75 ton. Tentunya hasil tersebut akan sangat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kondisi tanah, cuaca, ada tidaknya serangan hama, pemupukan dan pemberian obat," katanya.
Pola tersebut dapat membuat petani plasma juga akan merasakan memiliki pabrik, dan yang terpenting perusahaan dapat memberikan sumbangsih secara sosial kepada masyarakat sekitar.
"Dampaknya masyarakat tetap akan mencintai pabrik, dan dapat tercipta rasa memiliki dan saling menjaga satu sama lain," ujar mantan Ketua DPRD Way Kanan ini.
Hal inilah yang disebut efek berantai, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi, minimal terserap tenaga kerja dari masyarakat sekitar dan hasil kebun rakyat yang cukup besar dapat tertampung serta mendorong masyarakat dari kecamatan sekitar juga selalu terpacu ikut menjadi petani plasma PT PSMI, tambahnya. (Ant)

Editor: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Tweets by @antaralampung

LEAVE A REPLY