Bupati Agung Terjaring OTT KPK, Sejumlah Warga Sembelih Kambing

0
162

Lampung Utara, Lampungsai.com – Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, tiba di gedung KPK, Senin, 07 Oktober 2019. Warga potong kambing depan halaman Pemkab Lampung Utara.

Setelah terjaring OTT KPK, Minggu 06 Oktober 2019 (Malam), sekitar pukul 19.29 WIB, bersama dengan Mantan Kadis PU, Kadis Perdagangan dan pihak perantara dugaan suap Rp600 Juta. KPK juga mensegel Rumdis dan 1 unit roda empat pajero putih.

Sejumlah Warga melakukan euforia, sembelih kambing. Mewakili warga yang ada, Sandy Fernanda menyampaikan, tujuan melangsungkan penyembelihan tiga ekor kambing ini, yang secara simbolis seekor dipotong di halaman Kantor Pemkab setempat, sebagai wujud rasa syukur dan bentuk dukungan atas kerja KPK di Bumi Ragem Tunas Lampung.

“Selama ini kami merasa telah dipimpin oleh orang yang dzalim. Untuk itu, atas keberhasilan OTT KPK dengan meringkus Agung Ilmu Mangkunegara berikut kroninya, kami atas nama masyarakat di Lampung Utara, melangsungkan hajat dengan menyembelih tiga ekor kambing,” kata Sandy.

Dirinya juga berharap atas adanya aksi OTT KPK di Lampung Utara roda birokrasi dan pemerintahan dapat berjalan dengan lebih baik.

“Lampung Utara kini terbebas dari pemimpin yang zalim. Semoga kehidupan warga Lampura dapat lebih baik dan mrndapatkan pemimpin yang arif, adil, serta bijaksana,”ujarnya.

Untuk diketahui, Minggu, 06 Oktober 2019, sekitar pukul 19.25 WIB sampai pukul 22.45 WIB, seputaran rumah dinas Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara, dipadati warga.

Sesaat, mobil yang diketahui Tim KPK menggelandang Agung Ilmu Mangkunegara bersama Kepala Dinas Perdagangan dan mantan Kadis PU serta pejabat lain dan orang peratara atas suap Rp600 Juta, keluar dari halaman rumdis, warga bersorak “Hidup KPK” sembari Takbir “Allahuakbar”.

Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, selain Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, enam orang lainnya, sudah dibawa ke Jakarta melalui jalur darat langsung menuju ke kantor KPK, guna proses lebih lanjut.

“Sampai pagi ini totalnya ada tujuh orang. Ada tambahan pejabat Pemkab setingkat kepala seksi dan Swasta. Total uang yang diamankan sekitar Rp600 Juta. Diduga terkait dengan proyek di Pemkab Lampung Utara. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan melalui konferensi pers malam ini,”pungkasnya.(Jn/Sl/red)

LEAVE A REPLY