Bincang Ekslusif : Mas Fran “Kota Metro Akan Lebih Manusiawi Dengan Mendayagunakan 4 Hal,”?

0
429

Kota Metro, Lampungsai.com – Bincang serap aspirasi warga Kota Mero, dengan agenda silaturahmi, terus dilakukan oleh Fritz Akhmad Nuzir yang akrab disapa Mas Fran.

Disetiap agenda itu, melulu di dapati aspirasi langsung dari warga, yang terangkum bagaimana sebuah Kota maju selaras dengan pertumbuhan ekonomi kemasyarakat di semua lini atau sektor, termasuk menumbuh kembangkan dan memberdayakan potensi sumber daya alam dan mewadahai kaum muda – mudi, Kota Metro khususnya yang penuh dengan kreatifitas tinggi.

Kali ini, Mas Fran menjelaskan gambaran umum, bagaimana membentuk sebuah kota, terkhusus Kota Metro, dalam bincang ekslusif bersama media ini, Rabu, 15 Januari 2020.

Soal Konsep Penataan Ruang Wilayah Kota.!

Disampaikan Mas Fran, konsep penataan ruang wilayah adalah pemanfaatan pembangunan yang harus mengacu pada beberapa aspek, bukan hanya aspek keamanan dan kenyamanan. Tetapi, aspek produktifitas serta dapat bermanfaat secara luas bagi semua lapisan masyarakat.

Karena konsep penggunaan ruang wilayah bukan hanya untuk saat ini atau tahun berikutnya, tetapi untuk generasi mendatang. Artinya penataan ruang didasari dengan
sistem wilayah dan sistem internal perkotaan, termasuk fungsi utama kawasan dengan tujuan mewujudkan lingkungan yang ramah dan aman serta tak begitu besar terdampak bencana.

Saat ini, dikatakan Mas Fran, pergerakan dari konsep tata ruang wilayah bukan tidak atau belum efektif, hanya saja perlu ide – ide atau konsep yang baik bagaimana mengembangkan potensi wilayah sebuah kota itu sendiri sesuai dengan perkembangan era saat ini. Artinya, perkembangan era mendatang, tidak lagi menjadi sebuah tantangan karena sebuah kota sudah siap menghadapinya.

Artinya konsep tata ruang itu, perlu menjawab juga kendala – kendala yang normative dan harus seimbang top down maupun bottom-up, hingganya dapat menjawb isusl-isu aktual dalam pembangunan selaras dengan semua sektor yang ada di wilayah kota.

“Maka perlu langkah – langkah yang matang dalam prosesnya, agar lebih berkualitas rencana tata ruang wilayah kota itu sebagai kebijakan publik yang bermutu. Demikian dimaksudkan, era mendatang bukan lagi sebuah tantangan, karena Kota kita sudah memulai dan mempersiapkannya,”ujarnya.

Kota Metro lebih Manusiawi jika dilakukan atau dengan disediakannya empat hal.!

Dari itu semua, masih pemaparan Mas Fran, sebagaimana suara atau aspirasi yang saat ini di dapat dan berbekal pengalaman yang ada.
Kota Metro akan lebih manusiawi, dengan penyediaan Sarana Olahraga di tiap Kelurahan.

Kemudian, penyediaan ruang – ruang terbuka hijau dan bersih di tiap Kelurahan, termasuk penyediaan ruang jogging di lapangan, Taman Kelurahan, Taman Bunga dan Taman Organik. Kemudian disediakannya ruang kreatif berbasis komunitas (Musik, Nobar Film berbasis Kelurahan, Panggung Rakyat, Kanal Ngobrol berbasis warga).

Terakhir adalah pengembangan dan pemberdayaan media digital yang di kelola tiap Kelurahan (IG, FB, Website dan Youtube dll).

Kesemua ini, kata Mas Fran, telah di utarakan dalam agenda bincang atau Sharing Session dengan perwakilan kaum pemuda – pemudi Kota Metro beberapa waktu lalu. Didalamnya membahas bagaimana Kota Metro ke depan lebih baik di segala sektor secara mandiri dan berdaya saing.

Terlebih di Kota Metro, banyak kaum muda yang memiliki kreatifitas tinggi “Semangat Muda Penuh Kreativitas. Muda Kaya Karya”.

Secara umum paparan yang dimaksudkan sebelumnya satu kesatuan dalam bingkai
Kolaboratif, Inovatif, Progresif untuk Kota Metro.

Kolaboratif dimaksudkan adalah kebersamaan. “Salah satu contoh kecil, kita disini berbincang mengenai kemajuan Kota Metro, berbincang memberdayakan kaum muda yang mandiri penuh karya, kesemua itu butuh kerjasama agar terlaksana dengan baik,”tutur Mas Fran.

Kemudian, Progresif yakni suatu perubahan yang terjadi yang sifatnya maju, meningkat, meluas dan berkelanjutan secara bertahap.
“Ini butuh ide -ide yang cemerlang, salah satunya dari kaum muda yang kaya karya menuju perubahan sosial yang modern, mandiri berdaya saing,”paparnya.

“Maka sangat erat sekali kreatifitas dengan inovatif yang kedua saling bergandengan. Kita butuh suatu inovatif mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi guna menghasilakn karya baru untuk kemajuan bersama dan berdaya saing yang dimaksud,”pungkasnya.

Artinya, “Sebuah konsep, ide – ide butuh realisasi kebersamaan mewujudkannya secara bertahap. Tentunya dibutuhkan suatu komitmen dan kerja keras secara bersama – sama merealisasikan semua yang menjadi kebutuhan sebuah Kota,”imbuh Mas Fran.
(*)

LEAVE A REPLY