Berbagi Amplop, Panwaskab Pesibar Koordinasi Dengan Bawaslu

0
347
uang pecagan Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu yang di keluarkan dalam amplop./Red

Bandarlampung, Lampungsai.com – Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Lampung untuk mengadvokasi anggota Panwascam Ngambur, Hipzon pasca dilaporkan oleh  Zaidi selaku Kordinator saksi TPS Wilayah Bengkunat ke Polda Lampung pada Selasa 29 Mei 2018.

“Kami akan berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Lampung untuk mengambil langkah hukum. Yang jelas kami melakukan usaha pembelaan,”Kata Komisioner Panwaskab Pesibar, Abdul Kodrat, Rabu 30 Mei 2018.

Bawaslu provinsi Lampung juga, menurut Kodrat sudah melakukan supervisi sebagai bentuk upaya pembelaan. Langkah hukum ini masih akan dikaji oleh Bawaslu provinsi. Pelaporan itu juga, sebagai bentuk kriminalisasi terhadap lembaga penyelenggara pemilu.

”Bayangkan jika Panwaskab, Panwascam atau bahkan Bawaslu sendiri dalam melakukan tugas pengawasan pilkada yang dilindungi oleh UU), kemudian tidak bisa menyebarkan ke media dengan info yang terang, lalu apa kami ini,”tegasnya.

Bacahttps://lampungsai.com/berita-lampung-terkini/paslongub-lampung-no-2-diduga-lakukan-money-politik/

Sebelumnya, Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Pesisir Barat membantah telah melakukan dugaan percobaan perampasan dan pencemaran nama baik Zaidi selaku Koordinator saksi TPS Bangkunat paslon nomor urut dua melalui media online beberapa waktu lalu.

Hal ini tertuang dalam Surat Tanda Terima Penerimaan Laporan Polda Lampung nomor :STTPL/838/V/2018/Lpg/SPKT pada Selasa (29/5) dengan melaporkan salah satu anggota Panwascam Ngambur, Hipzon.

“Tidak ada merampas honor saksi itu,”Kata Komisioner Panwaskab Pesibar, Abdul Kodrat,

Pihaknya hanya menelusuri dugaan politik uang (money politics) pasangan calon Gubernur Lampung  nomor urut 2, Herman HN-Sutono, yang membagi-bagikan amplop saat digelarnya kampanye dialogis di Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Pesibar.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh bakal calon saksi paslon nomor urut 2 Herman HN- Sutono dari 5 Kecamatan, yaitu, Kecamatan Bangkunat, Ngaras, Ngambur, Pesisir Selatan dan Way Krui.

Saat itu, pihaknya mencoba memastikan jumlah nominal dari 21 amplop yang dipegang oleh Zaidi.

“Setelah kami memastikan amplop itu berisi uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Kemudian Panwascam menyerahkan amplop tersebut ke Zaidi,”jelasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY