Bentrok Antar Warga Buyut Udik Lamteng, Buntut Perselisihan Pasca Pemilu 2019

0
358

Lampung Tengah, Lampungsai.com – Informasi akan terjadi bentrok antar warga di Dusun Sari Agung, Kampung Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, dipicu terjadinya tindak kekerasan pada Pemilu 17 April 2019.

Jumat, 17 Mei 2019 malam, warga pribumi (suku lampung) dengan warga suku jawa yang dibantu Kelompok Pengamanan Bersama (Pambers)  bersiap akan saling serang. Informasi ini pun beredar di medsos (Facebook & WA) berupa video dan foto.

Informasi yang didapat sementara, kerusuhan antar warga tersebut, dipicu terjadinya pemukulan terhadap Ketua KPPS (AZ) oleh tim sukses salah satu Caleg lantaran perolehan suara tidak sesuai yang diharap.  Kejadian tanggal 17 April  2019, saat penghitungan perolehan suara Calon Legeslatif (Caleg) Kabupaten Lampung Tengah,   TPS 10, Dusun Sari Agung.

Saat itu, perselisihan dapat dimediasikan langsung oleh Kepala kampung Johansyah dan dianggap selesai dan berlanjut proses penghitungan suara.

Puncak kejadian, Jumat, 17 Mei 2019, sekitar pukul 22.00 WIB, didepan rumahnya, AZ mendapat tindakan kekerasan dari 4 orang warga Kampung Buyut Udik Induk, yang disinyalir tim sukses Caleg (ZA).

Dari itu, AZ dibantu tetangga sekitar rumahnya melakukan perlawanan. Ke empat orang tersebut melarikan diri ke Kampung Buyut Udik dengan meninggalkan dua unit sepeda motor yang dikendarai ke empat orang tersebut.

Sekitar pukul 22.30 WIB, massa di Dusun Sari Agung lebih kurang mencapai 1000 orang. Terjadi konsentrasi massa, Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin mengintruksikan pengamanan dengan bergerak cepat turun ke lokasi, guna meredam kejadian yang dimungkinkan akan terjadi saling serang. Lebih kurang 70 personel diturunkan yang dipimpin  langsung Kasdim, Mayor Inf Ucok Namara.

Pukul 01.25 WIB, situasi memanas, terjadi amukkan warga Kampung Buyut dengan merusak 4 rumah warga Dusun Sari Agung. Tindakan cepat personel TNI Kodim 0411/LT melakukan tindakan blockade dan situasi dapat diredam.

Di waktu bersamaan, Polres Lampung Tengah menerjunkan 300 personel membantu tim TNI, dipimpin oleh Waka Polres Kompol Harto Agung Cahyono.

Pada pukul 02.19 WIB, Kasdim 0411/LT bersama Kapolres Lamteng, menyampaikan himbauan  kepada kedua belah pihak warga untuk mundur dan pulang ke Kampung masing-masing. Atas himbauan itu, masing-masing massa membubarkan diri dan situasi mulai kondusif. Sekitar pukul 04.10 WIB, guna antisipasi kejadian susulan, tim gabungan personel Kodim 0411/LT dan Polres Lamteng, tetap bersiaga.

Sabtu, 18 Mei 2019, sejumlah warga antar dua suku (Lampung dan Jawa), masih terlihat ada di sisi jalan masing-masing Kampung dengan membawa senjata tajam (Tombak, Parang dan Senapan angin), berjaga guna antisipasi adanya serangan balik dari pihak-pihak bertikai. Bentrok dipicu adanya persoalan dengan pemilu pada 17 April lalu.

Waka Polres Lampung Tengah, Kompol Harto Agung Cahyono, setelah melaksanakan apel siaga personel, memerintahkan agar tetap siaga penuh pascabentrok warga, agar tidak ada kericuhan susulan.

Saat ini, kondisi sudah kondusif, tim gabungan masih terus berjaga terlebih warga masih berkeliaran di jalan-jalan kampung membawa senjata tajam.(Abduh/Tim)

LEAVE A REPLY