Armada Rusak Jalan Warga Blok Putar Balik Perusahaan Batu Bara Tak Indahkan Surat Panggilan

0
454

Lampung Utara, Lampungsai.com – Armada bertonase besar milik perusahaan tambang batu bara, penyebab utama rusaknya jalan lintas tengah sumatera ruas Bandar Lampung – Bukit Kemuning. Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara, telah layangkan surat ke pihak perusahaan terkait, hingga saat ini tak ditanggapi.

Puncak kerusakan jalan tersebut, warga masyarakat tergabung dalam Aksi Masyarakat Peduli Lampung Utara, bergerak blok putar balik setiap armada tronton pengangkut batu bara tersebut.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lampung Utara, Basirun Ali menjelaskan, adanya gerakan aksi masyarakat peduli pembangunan lampung utara, memblokade arah putar balik armada milik perushaan tambang batu bara itu, merupakan hal yang wajar, karena dampak kerusakan parah terhadap jalan yang dilintasinya. Sabtu, 18 September 2021.

Mengenai armada tronton pengangkut batu bara itu, pihak Dishub sudah beberapa kali melayangkan surat panggilan ke pihak perusahaan terkait guna klarifikasi. Namun hingga saat ini tak kunjung di tanggapi atau di indahkan.

Basirun Ali memaparkan, perlu di informasikan juga bahwa, hasil study bandinv ke Sumatera Selatan beberapa waktu lalu, pengusaha tambang khususnya batu bara, bisa menggunakan armada pengangkut jenis truck col diesel dengan kapasitan muatan 10 ton.

“Namun di Lampung Utara, perusahaan batu bara terkait, mengerahkan armada bertonase lebih dari 10 ton, jenis armada tronton. Hal ini juga pernah di bahas dalam Rapat kerja nasional (Rakernas) terkait adanya Overlaod Truk Batu Bara, salah satu pemicu rusak berat, jalan Lintas Tengah Sumatera ruas Bandar Lampung,Bukit Kemuning,”ujar Basirun.

Artinya, masih kata Basirun Ali, pihak perusahaan batu bara erkait, sengaja tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku. Terlebih surat panggilan berulang di layangkan tak ditanggapi atau tidak di indahkan.

Tentunya akan menjadi sebuah pertanyaan publik, ada apa dan kenapa? Sebab kesannya kesengajaan dari pihak – pihak berwenang melegalkan truk batu bara melebihi kapasitas. Dalam surat panggilan itu berisikan untuk klarifikasi dengan pemahamanal atas regulasi aturab mengait. Salah satunya No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.

Selanjutnya Peraturan Bupati Lampung Utara No. 05 Tahun 2010 Tentang Manajemen Lalu Lintas di Kabupaten Lampung Utara. Setiap aturan terkait pasal  – pasal dasar dari pada ketentuan pengguna jalan yang melintas di Daerah Lampung Utara.

Dijelaskan Basirun, seperti pada Pasal 16 (2) Penggunaan jalan l, selain untuk kepentingan lalu lintas sebagaimana di maksud pada ayat (1). Dalam ketentuan itu juga dikenakan wajib membayar konpensasi ke Kas Daerah. Terkecuali ang sifatnya untuk sosial dan lainnya, ditentukan nominalnya sesuai rujukan Perda.

Lalu, kata Basirun, pada Pasal 17 (1) Penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas, sebagaimana dimaksud pada pasal 16 ayat (1) hanya dapat diselenggarakan setelah mendapat persetujuan Dinas Perhubungan secara tertulis yang kemudian teknisnya di atur lebih lanjut dalam Keputusan Bupati.

Dituangkan juga dalam Pasal 18 (1) Setiap pemakai jalan yang karena sebab apapun telah mengakibatkan rusaknya jalan, jembatan dan perlengkapan jalan, di tuntut untuk menganti kerugian yang sesuai dengan nilai kerusakannya.

“Nah, sekarang kita akan balik tanya”?apa yang telah di berikan pihak Perusahaan untuk Kabupaten Lampung Utara”?yang setiap hari di kotori debu udara batu bara. Seterusnya kontribusi pihak Perusahaan batu bara dengan pembangunan Daerah Lampung Utara apa?,”tegas Basirun.

“Sejak saya menjabat Kepala Dinas Perhubungan, belum pernah menerima surat permohonan izin dari pihak Perusahaan batu bara. Akibat armada perusahaan itu, jalan rusak parah, banyak memakan korban, seperti dua jembatan di Lampung Utara sudah pernah putus dan tiap tahun, Pemerintah mengabiskan uang negara untuk ini,”pungkas Basirun Ali. (Budi Irawan/Red)

LEAVE A REPLY