Ardito Wijaya Dari AMPI Dipungut PKB Jabat Ketua Garda Bangsa Lampung

0
370

Lampung, Lampungsai.com – Calon Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya dilantik resmi sebagai Ketua DKW Garda Bangsa organisasi Sayap Parpol PKB Lampung, mengaku sudah mundur dari AMPI Lampung sejak awal September.

Dalam konfirmasi media ini, Kamis, 15 Oktober 2020 via WhatsAps-nya, rangkap jabatan organisasi sayap Parpol dalam hal ini AMPI Lampung dan menjabat Ketua DKW Garda Bangsa sayap PKB Lampung, apakah diperbolehkan?

“Tergantung AD/ART masing-masing OKP, mas. Dalam hal ini AMPI tidak Memperbolehkan, jadi saya sudah mengundurkan diri dari Ketua AMPI Provinsi Lampung sejak awal september lalu,”kata Ardito Wijaya.

Diketahui, Ardito Wijaya Ketua AMPI Lampung yang juga organisasi sayap Partai Golkar Lampung maju pada pilkada Lampung Tengah 2020 sebagai Calon Wakil Bupati berpasangan dengan Musa Ahmad dari Partai Golkar.

Sejak mantabkan diri maju menjadi kontestan Pilkada 2020 Kabupaten Lampung Tengah, selain resmi menjabat Ketua Dewan Koordinator Wilayah (DKW) Garda Bangsa, pada Selasa, 13 Oktober 2020 dipantai Marina, Kabupaten Lampung Selatan, konon Ardito Wijaya juga ditetapkan Wakil Ketua PKB Provinsi Lampung.

Ardito Wijaya masih aktif di Ketua AMPI Lampung, sebelumnya dilantik Garda Bangsa PKB Lampung, Ardito Wijaya sempat hadiri acara ORARI Lampung Tengah Bersama AMPI Lampung.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa, sepengetahuannya, Ardito Wijaya masih aktif sebagai Ketua AMPI Lampung. Jika demikian, akan di koordinasikan terlebih dahulu soal ini.

Sumber juga menyayangkan adanya kejadian pada organisasi sayap Partai Golkar Lampung. Jika demikian adanya, maka yang diuntungkan adalah Partai Politik PKB Lampung.

“Dalam tubuh kepartaian dalam menggerakkan mesin partai agar berjalan dan mencapai sebuah visi misi kepentingan partai politik, dibentuknya organisasi sayap partai. Tentunya untuk menciptakan aspek interaksi, hubungan hingga lini bawah,”kata sumber yang enggan dikutip identitasnya.

Dalam hal ini bisa saja terjadi putusnya interaksi antara organisasi sayap partai golkar lampung dengan Parpol itu sendiri. Sehingga, para pengurus organisasinya berpindah pada organisasi sayap partai lain, salah satu contohnya Ketua AMPI Lampung Ardito Wijaya menjabat Ketua DKW Garda Bangsa dari parpol PKB Lampung.

Sebab, hubungan atau interaksi keduanya sangat penting yang menjadi pintu masuk awal dalam mensukseskan berbagai agenda yang disusun oleh Parpol. Secara teoritis, organisasi sayap partai
merupakan perpanjangan tangan dari parpol. Karenanya, agar terus terbangun simbiosis mutualisme, maka pola hubungan yang baik harus dilakukan.

Masih kata sumber, organisasi sayap partai memberikan pengaruh besar bagi parpol, termasuk upaya implementasi, sosialisasi maupun diseminasi program dan kebijakan partai. Organisasi sayap partai adalah underbow-nya partai politik, sebagai instrumen penting untuk menarik simpati dan dukungan massa pada pemilu.

“Melihat kondisi yang ada pada organisasi sayap parpol Golkar Lampung, mungkin AMPI Lampung yang di pimpin Ardito Wijaya, ada persoalan serius, yang dimungkinkan terjadi karena pola hubungan interaksinya terputus, kurang baiknya memberdayakan peran dari organisasi sayap partai golkar lampung itu sendiri,”ujarnya.

Maka, jika ini telah terjadi merugilah Partai Golkar Lampung dan untungnya ada pada partai PKB Lampung dengan menampung atau memungut Ardito Wijaya dan beberapa pengurus AMPI Lampung memegang peranan pada organisasi sayap partai PKB yakni Garda Bangsa.

“Dari ini tinggal bagaimana sikap dan tindakkan jajaran pengurus inti partai golkar lampung itu sendiri. Apakah Ardito Wijaya dan orang-orangnya benar di berhentikan atau dibuang dari militansi Golkar Lampung dan di pungut oleh Partai PKB Lampung, tetap bagaimana sikap dari pengurus P-Golkar, membuka informasi ini agar tidak timbul nilai negatif atas nama parpolnya. Sekalipun sayap partai adalah non anggota parpol,”ungkapnya.

Munculnya pemberitaan yang di share ke media sosial, menapat respon negatif dari beberapa warga net media sosial facebook

Berikut komentar warga net Media sosial grup INFO LAMPUNG grup Facebook dengan akun Aldino Rossi “Cermin bahwa Ardito seorang yang maruk (Serakah) semua ingin di ambil..benalu dipartai partai..golkar oke..pkb ok…hemmmm tipe gini mau jadi pemimpin lamteng ujung2nya KPK masuk lamteng lagi”

Komentar lain semuanya bertanya-tanya dengan kiasan kaget. seperti akun Bung Jibri berkomentar “Anahh”. Akun Bung Ma’ruf berkomentar “Bukannya Hadeuhhhhh”. Akun Darmo Gandul berkomentar “Anah…Kidah”. Akun Bima Dwi Indarto berkomentar “Loby nya pas Bossku”. (*)

LEAVE A REPLY